Bupati Simalungun: Pangulu Garda Terdepan Atasi Stunting


255 view
Bupati Simalungun: Pangulu Garda Terdepan Atasi Stunting
Foto: Dok/Diskominfo
PUKUL GONG: Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga memukul gong pertanda dibukanya "Rembuk Stunting Kabupaten Simalungun tahun 2022", di Niagra Hotel Parapat, Senin (30/5/2022). 

Simalungun (harianSIB.com)


Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga membuka "Rembuk Stunting Kabupaten Simalungun tahun 2022", di aula Niagra Hotel Parapat, Senin (30/5/2022).


Dalam sambutannya, Radiapoh mengatakan para pangulu (kepala desa) merupakan garda terdepan mengatasi stunting karena pangulu sangat memahami kondisi daerahnya.


Dinas terkait seperti Dinas Kesehatan juga diminta ikut bekerja sama dalam menangani stunting. Kebutuhan vitamin diharapkan mencukupi untuk warga.


"Tentu ada program, konsep dan eksekusi. Jadi, apa yang kita rapatkan ini dapat berjalan dengan baik dan bukan sekedar dirapatkan saja,” kata Radiapoh.


Menurutnya, ada 2 hal yang menjadi persoalan stunting. Pertama, rasa peduli orang tua dalam memberikan gizi kepada anak-anak. Kedua, pengetahuan masyarakat dalam memahami nilai gizi yang akan diberikan kepada anak.


“Hal ini juga berbanding lurus dengan pendidikan anak. Jika hari ini banyak anak Sekolah Dasar sudah kelas 6 tidak tahu membaca, tulis dan hitung, itu akibat kurang gizi. Di samping itu, juga mungkin karena Covid-19 yang melanda kita,” katanya.


Ia pun mengajak peserta rembuk stunting untuk bersama-sama turun langsung menangani stunting di Kabupaten Simalungun.


Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Simalungun Ny Ratnawati Radiapoh Hasiholan Sinaga menjelaskan, stunting merupakan kondisi kurang gizi kronis pada keluarga. Dalam mengatasi stunting, katanya, tidak cukup hanya bicara, tapi harus dilakukan pertemuan langsung dengan masyarakat.


“Kita harus memberi penanganan serius dalam persolaan ini (stunting). Kita beri pelatihan dan bantuan seperti bibit sayur, ikan dan ternak yang bisa dimanfaatkan untuk keluarga,” ujarnya.


Ia meminta para camat, pangulu dan perangkatnya beserta pihak Puskesmas agar serius menangani stunting di wilayah masing-masing.


Pelaksana tugas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana SImalungun, Gimrood Sinaga melaporkan, rembuk stunting diikuti 400 orang peserta. External Akademisi Prof Albiner Siagian sebagai narasumber.


Dalam rembuk stunting tersebut, dilakukan juga penandatanganan komitmen bersama untuk melaksanakan pencegahan dan penanganan stunting di Simalungun. (*)


Penulis
: Jheslin M Girsang
Editor
: Wilfred
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com