Bupati dan Warga Humbahas Mengadu ke Polisi


1.381 view
Bupati dan Warga Humbahas Mengadu ke Polisi
(Foto Dok/Ady Saputra Manullang)
LAPORKAN : Empat warga Humbahas melaporkan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor atas pernyataannya yang menyebutkan “orang atau tidak” yang ditandu di Dusun Nambadia, Dusun Sihastonga, Kecamatan Parlilitan, Kamis (8/7/2021). 
Humbahas (harianSIB.com)
Pernyataan Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor yang menyebutkan “...orang atau tidak” yang ditandu warga Dusun Nambadia, Desa Sihastonga, Kecamatan Parlilitan berbuntut panjang.

Selain telah menimbulkan pro dan kontra di tengah-tengah masyarakat, pernyataan orang nomor satu di Kabupaten Humbahas itu juga berujung ke jalur hukum. Bupati yang merasa dihina di media sosial melaporkan salah satu pemilik akun facebook ke Polres Humbahas atas nama Azhari Tumanggor.

Selain itu, dia juga membuat surat laporan pengaduan ke Kapolres Humbahas terkait aksi damai Generasi Muda Papatar (Gempar) beberapa waktu lalu ke Kantor Bupati dan Rumah Dinas Bupati. Dalam laporan pengaduannya itu, dia menjelaskan kalau massa Gempar masuk ke rumah dinasnya secara paksa, yang membuat dia resah serta membuat keluarganya merasa ketakutan karena pada saat itu mereka dalam kondisi sakit.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Humbahas AKBP Ronny Nicolas Sidabutar melalui Kasubbag Humas, Bripka Lalo Bako ketika dikonfirmasi jurnalis koran SIB Frans Simanjuntak via selulernya Kamis(8/7/2021).

“Laporan aduan itu benar adanya. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan saksi yang ada di tempat kejadian seperti pemeriksaan petugas Polri dan Sat Pol PP. Setelah itu akan diadakan gelar perkara oleh Kapolres Humbahas, apakah kejadian tersebut layak atau tidak ditingkatkan penyidikannya,” kata Lalo Bako.

Dia juga mengatakan, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor selaku pengadu telah dimintai keterangan. Namun dia tidak menjelaskan kapan dan dimana Dosmar diperiksa. “Sudah (dimintai keterangan),” jawabnya singkat.

Tidak mau kalah dan tinggal diam dengan tindakan Dosmar Banjarnahor, empat warga Humbahas juga turut membuat perlawanan. Mereka juga menempuh jalur hukum dan membuat laporan pengaduan ke polisi terkait pernyataan bupati yang menyebut “...orang atau tidak” yang ditandu di Dusun Nambadia itu. Surat pengaduan itu ditujukan langsung kepada Kapolres Humbahas AKBP Ronny Nicolas Sidabutar.

Ady Saputra Simanullang, warga Tornauli, Desa Parnapa, Kecamatan Onan Ganjang, Kabupaten Humbahas saat dihubungi jurnalis koran SIB membenarkan laporan pengaduan tersebut. “Iya benar, tadi kami sudah menyampaikan surat laporan pengaduan kepada Polres Humbahas. Kami berharap laporan kami itu segera diproses,” katanya.

Lebih lanjut Ady menjelaskan, sebagai masyarakat Humbahas, dirinya merasa sangat terhina atas pernyataan Bupati Humbahas yang menyebut “...orang atau tidak” yang ditandu warga Nambadia itu. Pernyataannya itu, kata dia, telah menimbulkan kegaduhan publik karena diduga melakukan penghinaan atas warga Humbahas.

Padahal, lanjut dia menguraikan, fakta yang sebenarnya, yang ditandu adalah seorang perempuan bernama Saini Waruhu (36) dan telah diberitakan di media nasional serta ditanggapi Wakil Bupati Humbahas Oloan Paniaran Nababan. Hal itu juga yang membuat kegaduhan publik dengan didemonya Kantor Bupati Humbahas pada tanggal 6 Juli 2021 lalu.

“Maka sehubungan dengan itu, saya selaku warga Humbang Hasundutan juga ikut merasa sangat terhina dan resah akibat pernyataan tersebut. Untuk itu, besar harapan saya kepada bapak Kapolres Humbang Hasundutan kiranya dapat memproses perbuatan tersebut sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor melalui akun Facebooknya menyampaikan maaf atas pernyataannya yang menyebut “...orang atau tidak” yang ditandu warga Dusun Nambadia tersebut.

“Ini foto yang saya lihat, makanya saya menjawab pertanyaan wartawan pada tanggal 1 Juli di Kantor Polres Humbahas. Saya ikut prihatin karena jalan menuju Dusun Nambadia tidak baik dan tahun depan sudah saya masukkan ke usulan untuk ditangani. Mohon maaf apabila ada yg kurang berkenan,” tulisnya dalam akun sosmed Dosmar Banjarnahor II dikutip, Rabu (7/7/2021). (*)

Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com