Calon Bupati Poltak Sitorus Sebut Sistem Pengawasan dan Perencanaan Pemkab Toba Rendah


784 view
Calon Bupati Poltak Sitorus Sebut Sistem Pengawasan dan Perencanaan Pemkab Toba Rendah
Foto Dok/Humas Calon Bupati Poltak - Tonny
Debat: Paslon Poltak Sitorus-Tonny Simanjuntak saat mengikuti debat kandidat di Grand Mercure Medan. 

Toba (SIB)

Calon Bupati Toba Poltak Sitorus mengatakan sistem pengawasan birokrasi dan perencanaan pemerintahan di Kabupaten Toba sangat rendah sehingga sering terjadi sisa lebih penggunaan anggaran (silpa). Nilai sistem akuntabilitas kinerja pemerintah(Sakip) berada pada nilai di bawah 50 (nilai C) terendah di kawasan Tapanuli.

"Ini benar-benar menjadi perhatian khusus apabila nanti kami, Poltak-Tonny terpilih menjadi parhobas. Tidak akan terjadi silpa yang pantastis seperti saat ini mencapai Rp 110 miliar. Pengawasan sistem birokrasi harus lebih difokuskan melalui metode Batak Naraja," ujar Poltak Sitorus, Selasa (1/12) di Balige.

Calon Bupati nomor urut 1 ini mengatakan, rendahnya sistem pengawasan birokrasi di Pemerintah Kabupaten Toba sangat berimbas kepada bentuk pembangunan sehingga tidak sesuai dengan visi dan misi yang disebut Tobasa Hebat berlanjut ke Toba Maju, seperti yang sudah disampaikan dalam debat kandidat Cabup dan Cawabup yang diselenggarakan oleh KPU Toba di Grand Marcure Medan kemarin.

Dikatakan, hasil penelusuran pihaknya, bahwa jalan di Kabupaten Toba hanya 38,3 persen yang baik selebihnya rusak berat. Jalan desa menuju kebun dan persawahan petani tidak sepenuhnya baik dan memicu penurunan harga produksi pertanian hanya dikarenakan transportasi yang tidak memadai, sebutnya.

Tidak hanya itu lanjutnya, tidak menjadi alasan seorang parhobas atau bupati selalu berkata APBD sangat terbatas sehingga pembangunan tidak bisa merata.

"Hal ini menjadi tugas dan tanggung jawab kami, Poltak-Tonny apabila terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Periode tahun 2021-2024. Alasan itu tidak akan terjadi dan penggunaan anggaran harus efektif dan akuntabel dan akan menunjukkan kinerja yang kreatif dan inovatif supaya ada penambahan anggaran," ucapnya.

Tentang pariwisata sangat dibutuhkan dukungan daerah. Sehingga persepsi dengan pemerintah pusat benar-benar seirama. Sangat disayangkan karena sama sekali jauh dari harapan. Dibuktikan banyak bangunan fasilitas pariwisata dan pendukungnya mangkrak dan jalan menuju destinasi wisata tidak terpelihara karena sudah banyak rusak.

"Tugas ini juga menjadi prioritas bagi kami. Seluruh pembangunan harus terukur sehingga manfaat pembangunan sepenuhnya dapat dirasakan masyarakat," terangnya.

Kesehatan masyarakat juga menjadi sorotan bagi Poltak Sitorus. Dimana RSUD Porsea tipe C akan ditingkatkan menjadi Tipe B. Pelayanan di Puskesmas juga masih asal ada.

"Harusnya keberadaan dokter dan ketersediaan obat-obat harus menjadi prioritas sehingga pelayanan terhadap masyarakat tidak terkendala dan hal ini akan menjadi perhatian khusus bagi kami," ucapnya.

Mengenai pertanian disebutkan, banyak alat-alat pertanian yang dibelanjakan dari APBD dan menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat. "Tujuan Alsintan itu adalah untuk petani bukan justru disimpan di gudang," ujarnya.

Poltak Sitorus-Tonny Simanjuntak yang maju di Pilkada Toba Tahun 2020 di usung oleh Partai PDIP, Perindo dan PKPI dengan visi dan misi Kabupaten Toba Unggul dan Bersinar.

"Melalui Panca Program infrastruktur mulus dan merata, kesehatan prima dan terjangkau, SDM yang unggul dan handal, pariwisata berkat dan meriah, pertanian peternakan makmur dan sejahtera. Harapan kami program ini mampu mensejahterakan masyarakat karena didukung dengan parhobas yang muda dan energik," pungkasnya. (rel/H01/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com