Cegah Kluster Baru, Dinas Kesehatan Labuhanbatu Pantau Pelaksanaan PTM


132 view
Cegah Kluster Baru, Dinas Kesehatan Labuhanbatu Pantau Pelaksanaan PTM
(Foto: Dok/Diskominfo)
PROKES : Kadis Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, Kamal Ilham memotivasi anak didik dan menyampaikan pemahaman pentingnya protokol kesehatan (Prokes) dalam pembelajaran tatap muka terbatas di SMPN 1 Rantau Selatan, Selasa (14/9). 
Labuhanbatu (SIB)
Dinas Kesehatan memantau kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas setiap sekolah di Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (14/9). Pemantauan dilakukan untuk mencegah atau mengantisipasi kluster baru penyebaran Covid-19.

"Kita pantau agar seluruh sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka terbatas tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, sesuai putusan Gubernur Sumatera Utara yang mana Labuhanbatu telah dinyatakan statusnya turun menjadi level 2 dan diperbolehkan melakukan PTM terbatas, dengan catatan tetap mengikuti protokol kesehatan dan tata aturan dari gugus tugas Covid-19," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, Kamal Ilham didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Friska E Simanjuntak seusai meninjau PTM terbatas di SMP Negeri 1 Rantau Selatan.

Kamal menyebut, 3 sekolah yang melakukan PTM yang dikunjungi, yaitu SMPN 1 Rantau Selatan, SMAN 1 Rantau Selatan dan SDN 10 Rantau Utara.

"Selain kita berikan pemahaman kepada guru dan anak-anak didik akan pentingnya menjaga kesehatan dan protokol kesehatan, Dinas Kesehatan juga memberikan bantuan masker sekitar 4.500 helai dan handsanitizer. Ini kita lakukan agar anak-anak merasa nyaman saat belajar di sekolah, dan kita tidak ingin adanya kasus baru Covid-19 karena kegiatan belajar tatap muka ini," sebut Kamal.

Terkait alasan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Labuhanbatu, Kamal menyebutkan sesuai keputusan Gubernur Sumatera Utara, daerah di posisi level 2 dan 1 diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka terbatas, asalkan sesuai protokol kesehatan Covid-19.

"PTM terbatas dalam artian, jumlah kehadiran 50% dari total keseluruhan siswa, menjaga jarak, memakai masker dan sekolah menyediakan tempat cuci tangan," jelasnya.

Kamal juga meminta pihak sekolah tetap menyediakan sarana protokol kesehatan, agar anak-anak terbiasa dan merasa nyaman sehingga tetap bisa menimba ilmu secara langsung berhadapan dengan guru dan teman-temannya, tidak lagi daring. Apapun ceritanya pembelajaran tatap muka lebih efektif hasilnya daripada daring.

Kabid Kesehatan Masyarakat Friska Simanjuntak, menambahkan bahwa seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Labuhanbatu juga melakukan monitoring ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah mading-masing.

"Monitoring ini akan kita lakukan sesering mungkin. Bila perlu seminggu empat kali," ujarnya.
Sementara itu, murid kelas VII SMPN 1 Ransel, Habibi (12), menyampaikan rasa bahagianya mengikuti pembelajaran tatap muka ini. Apalagi, katanya, sudah setahun lebih tidak bertemu guru dan teman-temannya.

Kepala SDN 10 Nurimah Ritonga, mengatakan akan selalu siap dan mengordinir guru dan anak didiknya agar tetap melakukan Prokes. Katanya, pihaknya juga akan selalu menyediakan alat-alat dan kebutuhan seperti masker dan tempat cuci tangan di sekolahnya. (E5/f)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com