Cerita Budaya di Dairi Harus Digali dan Dijadikan Pemikat Wisatawan


575 view
Cerita Budaya di Dairi Harus Digali dan Dijadikan Pemikat Wisatawan
Foto: SIB/Tulus Tarihoran
MANORTOR: Anggota DPR RI Hinca Panjaitan (depan) bersama Menparekraf, Sandiaga Uno (urutan ketiga) manortor, usai peresmian Beli Kreatif Danau Toba, Sabtu (20/2) di Silalahi, Dairi.
Sidikalang (SIB)
Anggota DPR RI Hinca Panjaitan menegaskan, urusan Danau Toba tidak bisa meninggalkan Silalahi, Kecamatan Silahisabungan, Dairi. Silalahi memiliki cerita budaya leluhur yang jauh labih kaya.

Hinca Panjaitan, Jumat (19/2) hadir bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno di kawasan Taman Wisata Iman (TWI) Sitinjo mengatakan, Dairi merupakan salah satu dari 7 kabupaten yang berada dikawasan Danau Toba, urusan Danau Toba tidak bisa meninggalkan Dairi. Hal itu sudah disampaikan kepada Menparekraf.

Disebutkannya Dairi banyak situs- situs budaya, terkhusus Silalahi yang memiliki cerita budaya leluhur. Story Telling budaya itu yang perlu diangkat, sehingga semua orang mengetahui dan datang ke Silalahi, misalnya menanam bawang pakai adat Silalahi dan cerita budaya lainnya.

Paling menarik yang perlu digali di Silalahi, kata Hinca, cerita 'Alogo Siopat Borgin', dan ceritanya perlu ditampilkan. "Bila cerita itu ditampilkan, saya akan membawa fotografer terbaik, untuk mengambil momen 'Alogo Siopat Borgin," kata Hinca politisi Partai Demokrat itu.

Pembangunan pariwisata tidak selamanya harus didahului pembangunan infrastruktur, tetapi bagaimana cerita budaya itu yang dijual. Di masa pandemi jangan persoalkan tentang infrastruktur saja, tetapi bagaimana menggali potensi wisata dan ekonomi kreatif dan memasarkan ke penjuru dunia.

Pembangunan gedung, jalan dan lainnya hanya bersifat sementara, tetapi membangun/ melestarikan budaya jauh lebih lama. "Substansi wisata dulu yang dipastikan seperti Geosite Silahisabungan dan potensi wisata lainnya," katanya.

Momentum kedatangan Menparekraf ke Dairi harus dimanfaatkan Pemkab Dairi, harus dilakukan lobi-lobi untuk kebutuhan jangka panjang. Apa lagi Menparekraf, Sandiagao Uno Kudadiri sudah bagian dari Pakpak, karena sudah didaulat menjadi marga Kudadiri oleh Sulangsilima Marga Kudadiri. "Bupati harus minta apa- apa saja yang mau dibuat Menparekraf untuk Tanah Pakpak," ucap Hinca.

Membangunan pariwisata harus bersama- sama, tidak cukup hanya pemerintah. Pada saat kedatangan Menparekraf harusnya anggota DPRD Dairi juga hadir, agar turut menyampaikan kebutuhan Dairi dalam jangka panjang di bidang kepariwisataan.

Hinca mengaku sebagai Anggota DPR RI, turut mendorong pemerintah pusat memajukan pariwisata Dairi. Dan akan tetap mengkawal pembangunan Kawasan Danau Toba yang merupakan salah satu destinasi pariwisata super prioritas (DPSP).

"Bagi saya budaya nomor satu dan politik nomor dua. Budaya harus diperjuangkan, dan politik cara memperjuangkan budaya," katanya.

Ia mengklaim berhasil membawa Menparekraf, Sandiaga Uno dan turut membujuk Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan datang ke Dairi. (K05/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com