Curah Hujan Tinggi, 7 Dusun di Desa Sei Dua Hulu Tergenang Banjir


118 view
Curah Hujan Tinggi, 7 Dusun di Desa Sei Dua Hulu Tergenang Banjir
(Foto: harianSIB.com/Regen Silaban)
BANJIR: Rumah warga, badan jalan serta area pemukiman penduduk di Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan tergenang air akibat curah hujan yang tinggi, Senin (22/11). 
Asahan (SIB)
Akibat curah hujan cukup tinggi dalam beberapa minggu terakhir ini, 7 dusun dari 15 dusun di Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan tergenang banjir.

Saat ini, ratusan kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat kerabat maupun ke tenda pengungsian yang di sediakan pemerintah setempat.

Amatan SIB, Senin (22/11), sejumlah area pemukiman penduduk hingga rumah-rumah warga saat ini sudah digenangi air banjir. Bahkan kantor desa setempat juga tergenang banjir dan badan jalan protokol juga terputus karena tergenang air yang lebih tinggi dari permukaan jalan. Ketinggian air banjir di daerah tersebut diperkirakan mulai dari 20 cm sampai dengan 1 meter lebih.

Saat ini, pemerintah desa bekerja sama dengan BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Asahan, telah memasang tenda pengungsian di beberapa titik di dataran yang lebih tinggi dari permukaan air.

Kepala Desa, Sumardi Nasution yang ditemui saat memantau lokasi banjir mengatakan, 7 dusun terdampak banjir saat ini yakni, dusun 4, 5, 7, 8, 9, 14 dan dusun 15. Disebutkan, debit air masih akan terus meningkat, mengingat kondisi cuaca saat ini musim penghujan.

"Banjir diakibatkan curah hujan tinggi sehingga debit air di sungai yang ada di hulu meningkat hingga meluap ke pemukiman penduduk. Debit air ini juga masih terus meningkat mengingat intensitas hujan masih tinggi," kata Sumardi.

Dikatakannya, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinsos Asahan untuk memasang sejumlah tenda pengungsian di beberapa lokasi, untuk menampung warga yang terdampak banjir tersebut.

“Sudah 4 kali banjir terjadi di desa kami ini. Tapi bagaimana pemerintah bisa merubah kebiasaan banjir ini. Apalagi banjir adalah persoalan alam. Bagaimana caranya agar bisa diatasi dan tidak terulang kembali, karena setiap banjir pasti berdampak pada seluruh aspek kehidupan warga di desa kami ini," kata Kades.

Gani, salah seorang warga terdampak banjir mengeluhkan minimnya antisipasi dari pemerintah untuk mengatasi persoalan banjir yang sering menerpa daerah tersebut. "Setahun ini sudah keempat kali ini terjadi banjir, dan setiap banjir kami pasti mengungsi. Sementara tanaman juga ikut gagal panen karena mati disebabkan banjir ini. Jika hal seperti ini terus menerus terjadi, bagaimana lah nasib kami selanjutnya," keluhnya dan tetap menaruh harapan agar bencana banjir itu segera berakhir. (SS16/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com