DPRD Medan Rekomendasikan PT API Perbaiki Amdal dan Hilangkan Bau

* Janses Simbolon Menduga Ada Oknum Memanfaatkan Situasi

164 view
Foto: SIB/Horas Pasaribu
RDP: Komisi II DPRD Medan dipimpin Wakil Ketua Komisi Sudari ST rapat dengar pendapat (RDP) dengan PT API, DInas Lingkungan Hidup Pemko Medan dan warga Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Senin (3/5).
Medan (SIB)
Komisi II DPRD Kota Medan Minta PT Anugrah Prima Indonesia (PT API) segera memperbaiki kembali dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan harus sesuai dengan ambang baku mutu yang sudah ditentukan. Selain itu, perusahaan bergerak di bidang bahan baku pakan ternak tersebut diminta tidak berproduksi untuk sementara sebelum ada solusi menghilangkan bau yang ditimbulkan.

Penegasan itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Medan, Sudari ST dari Fraksi PAN didampingi anggota Komisi II lainnya seperti, Afif Abdillah, Wong Chun Sen Tarigan, Janses Simbolon, Harris Kelana Damanik, Dyihaul Hayati, Modesta Marpaung (F.Golkar) saat menerima kehadiran perwakilan masyarakat Mabar lingkungan IV tersebut, di ruang rapat komisi II, Senin (3/5).

Disebutkan Sudari, akibat bau yang ditimbulkan menyebabkan banyak warga sekitar pabrik yang tidak tahan mencium bau apalagi bau tersebut dapat menempel ke pakaian warga yang ada di jemuran."Dampak bau juga kami terima telah membuat ada seorang warga berusia 60 Tahun sesak nafas akibat tidak sanggup mencium bau yang ditimbulkan dari produksi PT API,"kata Sudari.

Harris Kelana Damanik juga meminta agar pihak PT API dapat memberikan solusi terbaik sehingga perusahaan dapat berproduksi namun tidak menyebabkan pencemaran lingkungan. Menurut dia, legislatif dan lembaga eksekutif tidak ada menghambat siapapun untuk berinvestasi selama itu bisa menjadi kontribusi PAD bagi pemko Medan. Namun, ada syarat-syarat yang harus diikuti terlebih dahulu sehingga saat beroperasi tidak menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

"Saya menyalahkan pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan (DLH) yang lemah dalam pengawasan saat pertama kali perusahaan akan berdiri. Karena sebelum ada protes warga, kita melihat kadis DLH tidak bekerja,” terangnya. Sementara itu Modesta Marpaung dan Wong Chun Sen Tarigan menyarankan PT API bisa saja berproduksi asal dapat menghilangkan bau.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Armansyah Lubis menyebutkan, pihaknya telah memeriksa semua dokumen yang dimiliki oleh PT API dan tidak ada menemukan masalah saat itu. Yang perlu diperbaiki adalah dokumen, tidak ada disebutkan menggunakan darah ayam dan hanya bulu ayam, ini saja yang harus diperbaiki.

Menurut Armansyah, pihaknya juga telah memberikan sanksi administrasi kepada PT API dan untuk dapat mengetahui proses limbah B3 dan kualitas udara yang dihasilkan, maka dilakukan penutupan untuk sementara. Selanjutnya, pihak PT API berjanji akan memperbaiki semua temuan yang ada.

Indra Gunawan selaku Direktur PT API menanggapi pertanyaan dewan terkait perusahaan yang dinilai beberapa warga telah menimbulkan bau mengatakan, selaku warga Kota Medan membuka usaha dan para pekerja juga kebanyakan warga sekitar Mabar sejak awal tidak ada niat untuk melakukan pencemaran lingkungan. Sehingga, perusahaan yang dipimpinnya sejak awal selalu berusaha mengikuti semua aturan yang berlaku baik itu yang diminta oleh Dinas Lingkungan Hidup, dan pihak PT KIM.

"Namun, di tengah jalan setelah berproduksi ada masalah, ini juga bukan kami sengaja, sehingga kami juga berusaha mencari solusi bagaimana agar perusahaan kami tersebut dapat tetap berproduksi tanpa menimbulkan masalah," jelas Indra Gunawan.

Dia menyayangkan ada oknum yang telah memanfaatkan momen ini mengajak dan mempengaruhi warga sekitar untuk membenci perusahaan dan melakukan tindakan anarkis. "Sehingga secara hukum, kami merasa keberatan atas pengrusakan yang dilakukan, jika memang tidak puas, silahkan melakukan mediasi melalui perangkat pemerintahan yang ada, bukan malah anarkis, karena negara kita adalah negara hukum," tegasnya.

Senada dengan Indra Gunawan, Janses Simbolon dari Fraksi Partai Hanura mengatakan bahwa adanya aksi keributan warga terhadap PT API tidaklah murni atas kemauan warga masyarakat sendiri, diduga ada oknum tertentu memanfaatkan situasi yang ada.

Untuk itu, Janses meminta agar permasalahan tersebut tidak diperpanjang lagi, namun baik PT.API, masyarakat, DLH Kota Medan, PT KIM, Camat, Lurah dan Kepala Lingkungan dapat duduk bersama mencaari solusi terbaik agar bau yang ditimbulkan dampak produksi pakan ternak dapat dihilangkan. "Saya rasa pastilah ada jalan keluarnya. Mana yang belum dilengkapi pihak perusahaan silahkan dilengkapi agar semuanya dapat berjalan dengan lancar," tuturnya. (A8/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com