DPRD Pematangsiantar Bahas LKPj, 2 Sektor PDRB Tahun 2020 Turun


418 view
DPRD Pematangsiantar Bahas LKPj, 2 Sektor PDRB Tahun 2020 Turun
(Foto: SIB/Harryson Manurung)
SERAHKAN: Wali Kota Pematangsiantar Dr Hefriansyah SE MM (kiri), seusai membacakan nota pengantar, serahkan dokumen buku LKPj tahun 2020 kepada Wakil Ketua DPRD, Ronald Darwin Tampubolon SH didampingi Timbul M Lingga SH (ketua) disaksikan Eka Hendra (Plt Sekwan) di aula Gedung Harungguan Jalan Adam Malik, Pematangsiantar, Kamis (22/4). 

Pematangsiantar (SIB) -Dua sektor Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita dasar harga konstan dan dasar harga berlaku Kota Pematangsiantar tahun 2020 turun ratusan miliar rupiah, dibanding tahun 2019. Demikian nota pengantar LKPj (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) tahun 2020 disampaikan Wali Kota Dr Hefriansyah SE MM pada rapat paripurna di Gedung Harungguan, Kamis (22/4).


Agenda tunggal rapat paripurna DPRD dipimpin Ronald DarwinTampubolon SH (wakil ketua) didampingi Timbul M Lingga SH (ketua) mendengar nota pengantar LKPj tahun 2020 dibacakan Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah.


Dari 21 poin capaian kinerja makro dan beberapa capaian kinerja Pemerintah Kota Pematangsiantar secara panjang lebar, diuraikan wali kota dalam nota penjelasan LKPj tahun 2020 setebal sepuluh lembar folio itu.


PDRB perkapita atas dasar harga konstan Kota Pematang-siantar tahun 2020 tercapai Rp 36.677.061.700.000, turun Rp 969,232.000.000 dibanding tahun 2019 sebesar Rp 37.646.293.700.000.


Demikian juga PDRB per kapita atas dasar harga berlaku tahun 2020 tercapai Rp 54.140.600.400.000, turun sebesar Rp 431.752.700.000 dibanding tahun 2019 sebesar Rp 54.572.353.100.000.


Indeks pembangunan manusia (IPM) tahun 2020 sebesar 78,75 naik 0,18 persen dari tahun 2019 sebesar 78,57. Angka kemiskinan turun menjadi 8,27 persen dari 8,63 pada tahun 2019. Namun angka pengangguran naik 11,50 persen dibanding 11,12 tahun 2019. Pertumbuhan ekonomi sebesar 4,82 persen tahun 2019 turun menjadi –1,89 persen tahun 2020.


Dari aspek kondisi demografi kependudukan, dijelaskan rasio penduduk miliki dokumen melampaui target 85,92 persen, terealisasi 98,5 persen. Rasio bayi miliki akta kelahiran juga melebihi target 68 persen, terealisasi 98,62 persen. Target penanganan balita gizi buruk terealisasi 100 persen.


Di lain penjelasan wali kota, terkait pendapatan daerah dianggarkan sebesar Rp 895.901.102.120 dapat direalisasi Rp 831.388.048.150. Belanja daerah dialokasikan Rp 1.015.004.962.679, terealisasi sebesar Rp 874.529.402.061.


Pemko Pematangsiantar menganggarkan defisit sebesar Rp 119.103.880.559 terealisasi sebesar Rp 43.141.353.910. Pembayaran netto dianggarkan Rp 119.103.860.559 terealisasi sebesar Rp 3.337.636.308. Silpa (sisa lebih/ kurang pembiayaan tahun berkenan sebesar Rp 46.478.990.218 dari anggaran Rp 0 (nol), tutupnya.


Rapat paripurna diskors, akan dilanjutkan, Senin (26/4) agenda utama mendengar pemandangan umum seluruh fraksi-fraksi DPRD setempat. (D1/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com