DPRD SU: PKM Serang Ternak, Jangan Sampai Krisis Daging Kurban Jelang Idul Adha

* Periksa Kesehatan Kurban Secara Ketat, Jangan Sampai Penyakitan

381 view
DPRD SU: PKM Serang Ternak, Jangan Sampai Krisis Daging Kurban Jelang Idul Adha
Gabriela Cheloni/Pexels
Ilustrasi sapi ternak.

Medan (SIB)

Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) DPRD Sumut mengingatkan Pemprov Sumut Cq Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (Ketapangnak) Sumut untuk mengantisipasi, jangan sampai penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak di sejumlah daerah di Sumut, mengalami krisis daging kurban menjelang Idul Adha.


Hal itu diungkapkan Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan anggota Fraksi PKS DPRD Sumut Jumadi, Hendro Susanto, Ahmad Hadian, Dedy Iskandar dan lainnya kepada wartawan, Jumat (27/5) di DPRD Sumut menanggapi semakin merebaknya PKM terhadap hewan yang sudah mewabah di 48 desa di Sumut.


"Semua pihak harus proaktif mengecek kesehatan hewan kurban sebelum dikurbankan. Dalam kasus ini Dinas Ketapangnak Sumut harus bekerja ekstra keras menanganinya, sebelum kasusnya menjadi lebih besar, sebab PKM ini sudah menjangkit di 48 desa di Sumut," tandas Hadian.


Berkaitan dengan itu, tambah Hadian, harus segera dilakukan dua tindakan, yakni melakukan vaksinasi dan pengobatan ternak yang terkena penyakit serta mengantisipasi penambahan kasus dengan menghentikan penyaluran hewan ternak antarprovinsi dan memperketat penyaluran antar kabupaten/kota.


"Kita juga mengimbau kepada para peternak melalui penyuluh agar jangan dulu ngangon (menggembala) ternak ataupun melepasnya. Lebih baik dikandangkan saja untuk sementara," ujar Hendro senada dengan Jumadi.


Memang, katanya, peternak rata-rata keberatan untuk mengkandangkan ternaknya. Tapi kalau mau aman harus dilakukan, karena penggembalaan ternak rentan menularkan penyakit, terutama akibat pencampuran.


Menurut Hadian, berdasarkan koordinasinya dengan Kadis Ketapangnak Sumut, pihak Dinas Ketapangnak sudah berkoordinasi dengan para bupati agar menyosialiasikan terkait PMK ini di kalangan peternak.


"Kita berharap agar tidak terjadi kasus luar biasa seperti krisis daging kurban saat Idul Adha.


Untuk mengantisipasinya, Dinas Ketapangnak Sumut diminta untuk berkoordinasi dengan kabupaten/kota melalui tenaga penyuluh maupun pengawas kesehatan hewan, agar memeriksa secara ketat hewan yang akan dikurbankan," katanya.


Jangan sampai ibadah kurban ini menjadi malapetaka baru bagi kesehatan tubuh manusia. Misalnya hewan yang dikurbankan berpenyakit dan dikonsumsi manusia, meskipun disebut-sebut tidak berpengaruh terhadap kesehatan manusia.


Ditambahkan Hendro dan Dedy Iskandar, pihaknya mengimbau kepada panitia kurban dan Dinas Peternakan se-Sumut untuk terus memberikan penyuluhan dan pengawasan serta proaktif bekerja sama mengecek kesehatan hewan kurban, agar tidak ada yang terpapar PMK. (A4/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com