DPRD SU Minta Pemprov Sumut Sosialisasikan PTM 100 Persen Hindari Kebingungan Orangtua


196 view
DPRD SU Minta Pemprov Sumut Sosialisasikan PTM 100 Persen Hindari Kebingungan Orangtua
Foto: CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim/harianSIB.com
Kemendikbud Ristek menyatakan sebanyak 264.704 atau 59 persen sekolah dan 33.497.256 siswa di Indonesia mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) dengan kapasitas 100 persen. Ilustrasi. 
Medan (SIB)
Anggota Komisi E DPRD Sumut dr Poaradda Nababan SpB meminta Pemprov Sumut dan Pemkab/Pemko se-Sumut Cq Dinas Pendidikan Sumut untuk segera mensosialisasikan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen, guna menghindari kebingungan para orangtua siswa.

“Kita minta Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyurati Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di Sumut yang isinya tidak semua satuan pendidikan bisa menggelar PTM secara penuh atau 100 persen, sebelum capaian target vaksinasi terhadap siswa dan tenaga pendidik tercapai," ujar Poaradda Nababan kepada wartawan, Jumat (14/1) melalui telepon di Medan.

Anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan itu merespon SKB Empat Menteri yang ditanda-tangani 21 Desember 2021 terkait PTM penuh yang dimulai Januari 2022 serta memuat ketentuan satuan pendidikan di wilayah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 1 dan 2 bisa melaksanakan PTM, dengan jumlah peserta didik 100 persen.

Selain itu, katanya, jika capaian vaksinasi dosis ke 2 bagi anak didik dan tenaga kependidikan sudah mencapai 80 persen, baru bisa sekolah tersebut menyelenggarakan PTM setiap hari, dengan lama belajar paling banyak enam jam pelajaran.

Melihat hal itu, Poaradda menjelaskan, tidak semua orangtua siswa mengerti aturan itu, terutama terkait daerah yang belum memenuhi PTM 100 persen.

“Tapi banyak orangtua siswa/siswi mengaku bingung dan bertanya-tanya apakah PTM 100 persen sudah terlaksana di sekolah-sekolah atau masih PTM terbatas. Ini harus kita jelaskan kepada masyarakat,” ujar Poaradda Nababan.

Untuk mengatasi kebingungan tersebut, Poaradda meminta Pemprov Sumut melalui Satgas Covid-19 di kabupaten/kota dan stakeholder terkait berkordinasi dengan Dinas Pendidikan Sumut untuk mensosialisasikan aturan-aturan PTM penuh.

"Harus juga dijelaskan, PTM 100 persen dan PTM terbatas itu berbeda, jangan sampai anak didik dan orangtua siswa merasa sekolah setiap hari, padahal hanya 2 kali seminggu. Tentu ini jadi beban bagi mereka yang sudah lama ingin sekolah seperti biasa,” tambah Poaradda.

Menurutnya, di Kabupaten Langkat dan Kota Binjai, PTM 100 persen untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah dimulai, dengan alasan sudah 94 persen tenaga pendidik dan guru serta siswa divaksin tahap ke 2.

Berkaitan dengan itu, Poaradda meminta Pemprov Sumut untuk proaktif mempercepat capaian vaksinasi, terutama terhadap para tenaga pendidik dan siswa, agar seluruh kabupaten/kota di Sumut bisa menikmati PTM 100 persen. (A4/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com