DPRD SU Minta Satgas Covid-19 Lakukan Pendekatan Humanis Tangani Varian Omicron


246 view
DPRD SU Minta Satgas Covid-19 Lakukan Pendekatan Humanis Tangani  Varian Omicron
Foto: Istimewa
Dimas Tri Adji.

Medan (harianSIB.com)


Ketua Komisi E DPRD Sumut Dimas Tri Aji meminta Pemprov Sumut Cq Satgas Covid-19 Sumut agar melakukan pendekatan humanis dan semaksimal mungkin jauhkan tindakan represif, apalagi sampai 'menyeram-nyeramkan' terkait penanganan pandemi varian Omicron, karena varian baru tersebut tidak seganas Covid-19.


"lakukan penanganannya secara humanis, dengan penguatan sosialisasi yang melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tetap mengedepankan pengetatan Prokes. Jauhkan pola-pola yang menyeram-nyeramkan bahayanya. Sebab varian Omicron tidak separah yang digembar-gemborkan," ujar Dimas Tri Adji kepada jurnalis koran SIB Firdaus Peranginangin, Kamis (17/2) di DPRD Sumut.


Anggota dewan dari Fraksi NasDem itu merespon munculnya berbagai varian lanjutan dari Covid-19, termasuk Omciron yang pemberitaannya telah meluas di seluruh dunia. Tapi varian Omicron yang disebut-sebut sebagai turunan dari varian lain, faktanya tidak seseram yang digambarkan.


"Omicron ini hanya virus biasa yang tingkat penyebarannya tidak sedahsyat varian Delta, sehingga tidak harus disikapi berlebihan," katanya sembari menambahkan, salah satu upaya yang perlu dilakukan, tetaplah mematuhi Prokes dan lakukan himbauan melalui tokoh lintas agama, masyarakat maupun pemuda.


Hal ini merupakan langkah humanis yang baik dan perlu dilakukan Satgas Covid-19 dalam rangka ikut mencegah dan mengantisipasi penyebaran virus, sehingga dengan adanya pemahaman dan pengertian yang kolektif, diyakni penanganannya dapat dilakukan dengan baik.


"Jadi tidak perlu lagi main ancam dan tekanan terhadap masyarakat agar mematuhi Prokes maupun menutup usaha rakyat, karena proses di awal sudah dilewati. Saat ini aktifitas masyarakat sudah menggeliat, tinggal kita lakukan pendekatan yang baik, humanis dan bersama-sama menjaga kesehatan," ujarnya.


Terkait dengan dihentikannya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) oleh sekolah dan universitas, Dimas berpendapat, hal itu sebagai sebuah konsekuensi. Tapi bukan berarti PTM-nya yang salah, atau PTM penyebab terjadinya penyebaran baru.


Bisa saja kemudian, penyebaran pandemi terjadi di sekolah atau unversitas akibat faktor lain yang belum diketahui. Yang paling penting, kata kuncinya teruslah perketat protokol kesehatan. (*).

Editor
: Robert/Eva
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com