DPRD SU dan Dinas BMBK Plot Anggaran Jalan Provinsi "Hancur" di Simalungun Rp 2,7 M


282 view
DPRD SU dan Dinas BMBK Plot Anggaran Jalan Provinsi "Hancur" di Simalungun Rp 2,7 M
Foto Istimewa
 Anggota Komisi D DPRD Sumut, Rony Reynaldo Situmorang
Medan (harianSIB.com)
Anggota Komisi D DPRD Sumut Rony Reynaldo Situmorang mengatakan, Komisi D dan Dinas BMBK (Bina Marga dan Bina Konstruksi) Sumut akhirnya sepakat memplot anggaran untuk pemeliharaan rutin jalan provinsi jurusan Pematangsiantar - Raya dan Pematangsiantar - Perdagangan sebesar Rp2,7 miliar di P-APBD Sumut TA 2021, karena kondisi jalan tersebut sudah lama "hancur-lebur".

"Kami di Komisi D bersama Dinas BMBK Sumut sudah mengambil kesimpulan, akan di plot anggaran untuk pemeliharaan rutin jalan provinsi yang menghubungkan Pematangsiantar - Raya dan Pematangsiantar - Perdagangan, Simalungun, karena kondisi jalan sangat memprihatinkan dan sudah berulang-kali diprotes masyarakat," ujar Rony Reynaldo Situmorang kepada jurnalis Koran SIB Firdaus Peranginangin, Jumat (10/9/2021), di DPRD Sumut.

Diakui politisi Partai NasDem ini, selain jalan tersebut, masih ada sejumlah ruas jalan provinsi di Simalungun yang membutuhkan perbaikan, karena dalam kondisi rusak parah, tapi hanya dua ruas jalan yang bisa dialokasikan untuk pemeliharaan rutin, mengingat proses tender pelaksanaan P-APBD Sumut sangat singkat.

"Tapi kita sudah sepakat pada tahun depan di R-APBD 2022, harus dialokasikan anggaran perbaikan jalan provinsi jurusan Pematangsiantar - Raya, Raya - Tiga Runggu, Pematangsiantar - Tanah Jawa, Tanah Jawa - Mandoge dan Pematangsiantar - Perdagangan yang saat ini rusak parah," jelas anggota dewan Dapil Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun ini.

Berkaitan dengan itu, Rony meminta masyarakat khususnya para mahasiswa dan pemuda Simalungun, untuk bersabar serta menghentikan aksi unjuk-rasanya memprotes kerusakan jalan provinsi dimaksud, mengigat Pemprov Sumut dan DPRD Sumut sudah sepakat untuk memprioritaskan perbaikannya di APBD 2022.

Selain itu, tambahnya, pihaknya juga akan terus "mengawal" proses pengalokasian anggaran dimaksud, agar jangan sampai digeser atau direfocusing untuk daerah lain, mengingat jumlah anggaran pembanguan atau pemeliharaan jalan sangat minim, karena APBD Sumut diprioritaskan untuk penanganan dampak pandemi Covid-19. (*)


Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com