Pengamat Perencanaan Pembangunan Wilayah

Dana Desa Bangkitkan Ekonomi Rakyat


277 view
Dana Desa Bangkitkan Ekonomi Rakyat
Foto Dok
Robert Tua Siregar PhD
Simalungun (SIB)
Pengamat Perencanaan Pembangunan Wilayah Robert Tua Siregar PhD, Rabu ( 3/2 ) mengatakan, sejak tahun 2014 , pemerintah menerbitkan UU nomor 16 tahun 2014 tentang desa. Kemudian beberapa tahun terakhir ini digelontorkan DD ( Dana Desa ) bila dikelola tepat guna dinilai cukup potensial membangkitkan ekonomi rakyat terutama dalam penanggulangan dampak pandemi Covid-19.

Pemberian DD secara nasional menunjukkan keseriusan pemerintah pusat untuk pembangunan ekonomi kerakyatan dilakukan mulai dari bawah dengan pola bottom up. Karenanya, dituntut kepiawaian dan kreatifitas kepala desa membina dan mengarahkan warganya memilih jenis usaha yang digeluti sehingga membuahkan hasil dan pendapatan masyarakat.

Penggunaan DD dikelola secara kreatif dalam pembangunan phisik dilakukan dengan swakelola akan menampung tenaga kerja dengan pola padat karya. Pembinaan warga membuka usaha produktif dengan aneka jenis kegiatan seperti berjualan, kerajinan rumahtangga menghasilkan produksi bernilai jual tinggi atau menggali potensi sumber daya alam desa misalnya panorama indah atau situs sejarah dapat dikembangkan membangun desa wisata dengan sendirinya akan membuka lapangan pekerjaan.

Sebagaimana program yang disampaikan Kemendes baru - baru ini, pengelolaan DD tahun 2021 dikatakan difokuskan pada tiga sasaran pembangunan tenaga listrik pertama untuk perkembangan desa tertinggal, sesuai dengan program nasional, DD digunakan untuk pendataan desa, pemetaan potensi sumber daya desa serta pengembangan sistim informasi dan komunikasi mendukung pendidikan anak. Dan secara khusus, desa diarahkan aman menghadapi penyebaran Covid-19.

Secara terpisah, Kadis Pemberdayaan dan Pemerintahan Nagori Kabupaten Simalungun Sarimuda Purba menyampaikan, pada tahun 2021, pemerintah memberikan DD Rp 600 juta- Rp 1,6 miliar/ nagori ( desa ) atau total Rp 296, 84 miliar untuk 386 nagori.

Penerimaan Dana Desa masing - masing nagori cukup variatif, hal itu dimungkinkan karena adanya indikator setiap nagori penerima yakni nagori tertinggal, nagori berkembang, nagori maju dan nagori mandiri. Diakui, jika masing - masing badan usaha yang dibentuk dengan modal bersumber dari DD dapat dikembalikan ke kas nagori, hal itu menunjukkan kemandirian mulai dapat dicapai.

Sasaran peruntukkan pengelolaan DD antara lain bidang sosial bantuan dampak Covid- 19, pembangunan phisik mendukung pertumbuhan ekonomi rakyat. Namun, tidak ada batasan penganggaran pengembangan Badan Usaha Milik Nagori yang dianggap produktif. (BR4/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com