Dari 2.000 Ha, Lahan Sawah di Kecamatan Bandar Tinggal 803 Ha

* Pemerintah Diminta Mengambil Solusi

487 view
Dari 2.000 Ha, Lahan Sawah di Kecamatan Bandar Tinggal 803 Ha
SIB/Agus Salim Siregar
LAHAN: Areal lahan pertanian padi sawah di Nagori Bandar Kecamatan Bandar, Minggu (17/5). 
Simalungun (SIB)
Sesuai data dari Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Bandar, luas lahan pertanian padi sawah saat ini di Kecamatan Bandar tinggal seluas 803 hektar dari sebelumnya berjumlah 2000 hektar.

Sesuai data yang ada di papan data yang digantung di dinding kantor BPP Kecamatan Bandar, dari 16 nagori/kelurahan di Kecamatan Bandar, saat ini hanya 6 nagori yang masih mempunyai lahan pertanian padi sawah yakni, Nagori Pematang Kerasaan luas areal lahan pertanian padi sawahnya 258 hektar, Nagori Pematang Kerasaan Rejo seluas 5 hektar, Nagori Bandar seluas 200 hektar.

Berikut Nagori Bandar Rakyat seluas 125 hektar, Nagori Bandar Jawa seluas 90 hektar, dan Nagori Bandar Pulo seluas 125 hektar.

Kepala BPP Kecamatan Bandar Jamaludin saat ditemui Jumat (15/5) mengatakan, menurut penelitian BPP Kecamatan Bandar, berkurangnya luas areal lahan pertanian padi sawah ini diakibatkan alih fungsi lahan ke perumahan dan tanaman keras seperti tanaman kelapa sawit.

“Beberapa faktor yang membuat petani mengalih fungsikan lahannya yakni, karena faktor sosial ekonomi, dimana akibat kebutuhan ekonomi petani menjual lahannya, berikut karena faktor produktifitas dimana dengan mengalih fungsikan ke tanaman lain seperti tanaman kelapa sawit produktifitasnya lebih menguntungkan, hal ini salah satunya akibat faktor kurangnya pasokan air dari irigasi ke areal lahan padi sawah sehingga memaksa petani untuk beralih fungsi ketanaman yang tidak begitu dominan membutuhkan air,” ucapnya.

Esau Pardede pemerhati pertanian Kecamatan Bandar saat ditemui, Minggu (17/5) mengatakan, melihat potensi pertanian padi sawah di Kecamatan Bandar yang sangat menjanjikan untuk menjadi daerah surflus beras, sebagaimana seperti dahulu di sekitar tahun 80-an dan 90-an. Dimana pada tahun 1980, Kecamatan Bandar pernah dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Raya Nasional (Penas) dan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto. Dimana pada saat itu daerah Kecamatan Bandar sangat dibanggakan secara nasional sebagai daerah surplus beras, ucapnya.

Tingginya alih fungsi areal pertanian padi sawah di Kecamatan Bandar, dikhawatirkan dapat mengganggu ketahanan pangan.

Dengan ini diminta kepada pemerintah melalui dinas-dinas yang terkait, untuk mencari solusi bagaimana menekan petani padi sawah untuk tidak mengalih fungsikan lahannya. Seperti membenahi irigasi, untuk menjamin areal pertanian padi sawah mendapatkan pasokan air. Dan yang terpenting dalam hal pemberian ijin alih fungsi lahan ke perumahan, diminta dinas terkait untuk bertindak tegas dan tidak serta merta begitu mudahnya memberikan ijin, harapnya. (S08/d)
Penulis
: redaksisib
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com