Deliserdang Zona Kuning Penyebaran Covid-19, Warga Jangan Eforia


94 view
Deliserdang Zona Kuning Penyebaran Covid-19, Warga Jangan Eforia
Foto: Edi Wahyono
Ilustrasi virus Corona 
Lubukpakam (SIB)
Bupati Deliserdang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Umum, Drs Citra E Capah MAP mengutarakan saat ini Deliserdang berada dalam zona kuning (resiko rendah) penyebaran Covid-19. Dengan hasil itu masyarakat diminta tidak bereforia, tetapi selalu disiplin protokol kesehatan.

"Bapak Bupati Deliserdang tadi berpesan kepada masyarakat jangan eforia dan harus tetap disiplin menjaga protokol kesehatan. Kepada Para Tenaga Kesehatan (Nakes), TNI Polri dan masyarakat saya ucapkan terimakasih atas kerjasama kerasnya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Deliserdang," ucap Citra E Capah didampingi Kadis Kominfo Miska Gewasari dan Kadis Kesehatan dr Ade Budi Krista saat ditemui di sela-sela persiapan menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo, Rabu (15/9) di Kantor Bupati, Lubukpakam.

Capah menambahkan selain berada di zona kuning, saat ini Deliserdang juga berada pada level 2. Artinya sudah lebih baik dari kondisi sebelumnya karena berada di level 3. Dijelaskan juga bahwa Deliserdang berada di zona kuning dengan score 2,65.

"Tanggal 12 September kita zona kuning dan dirilis hari ini. Pesan Pak Bupati untuk tidak eforia memang harus kita patuhi. Yang lebih baik dilakukan saat ini harus tetap menjaga dan meningkatkan Prokes agar kondisi bisa lebih baik lagi," kata Citra yang merupakan Sekretaris Satgas Covid-19 Deliserdang.

Terkait vaksinasi Covid-19, diakui Capah, saat ini persentase yang sudah menjalani vaksinasi masih rendah capaiannya. Untuk yang sudah menjalani vaksin pertama baru 16 persen sementara yang kedua baru 10 persen dari target 70 persen sasaran. Saat ini kebutuhan vaksin sangat diperlukan sekali.

"Ya karena minat masyarakat untuk vaksin juga cukup tinggi. Kita juga cukup senang karena vaksinasi Covid juga sudah bisa dilakukan terhadap para pelajar. Adanya rencana kunjungan Presiden Joko Widodo ke Beringin besok kita harapkan bisa membuat pasokan vaksin yang kita dapat nantinya bisa lebih jadi perhatian Pemerintah Pusat lagi," kata Citra.

Sementara Miska Gewasari menyebut Pemkab telah banyak berupaya agar penurunan kasus Covid-19 dapat ditekan. Tim Satgas Kabupaten setiap Minggu rutin melakukan penguatan ke kecamatan dan desa-desa.

"Penguatan ini kita lakukan melalui tokoh masyarakat dan dibantu dengan sinergitas TNI Polri," tutur Miska.

Menurutnya, Pemkab juga sudah melahirkan inovasi agar penanganan Covid bisa terus ditangani sebaik mungkin. Adanya aplikasi CAD (Covid Analisis Data) yang dilahirkan Pemkab Deliserdang membuat data bisa dilihat dan dilakukan tindaklanjut. Setiap orang yang berstatus terkonfirmasi positif bisa dilihat nama dan alamatnya dengan jelas dan bisa diketahui juga sedang menjalani isolasi atau pengobatan di mana tempatnya.

Senada ditambahkan dr Ade Budi Krista. Disebut Deliserdang baru keluar dari zona orange. Setelah setahun lebih Deliserdang berada dalam zona merah (resiko tinggi) dan orange (resiko sedang).

"Ada 14 indikator menentukan Deliserdang dinyatakan zona kuning penyebaran Covid-19. Jadi kita Deliserdang mulai Mei 2020 hingga kemarin selalu zona merah selalu bergantian dengan orange penyebaran Covid-19. Baru kali ini kita zona kuning, sudah setahun lebih," kata Kordinator Bidang Kesehatan Satgas Covid-19 Deliserdang itu. (C3/a)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com