Deputi KSP Beri Kuliah Umum di Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar


358 view
Deputi KSP Beri Kuliah Umum di Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar
Foto: SIB/Ekoinra Siahaan
KULIAH UMUM: Deputi II Kantor Staff Presiden (KSP) Republik Indonesia (RI), Abednego Panca Putra Tarigan MSi saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa di auditorium Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Sabtu (11/12).

Pematangsiantar (SIB)

Deputi II Kantor Staff Presiden (KSP) Republik Indonesia (RI), Abednego Panca Putra Tarigan MSi memberikan kuliah umum kepada mahasiswa di auditorium Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Sabtu (11/12).


Topik, Youth Movement for Climete Change (Gerakan Pemuda untuk Perubahan Iklim). Kuliah umum diawali dengan doa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.


Pada kesempatan itu, Abednego mengatakan, peran pemuda menjadi kunci dalam upaya melakukan perubahan. Arah pembangunan di sektor lingkungan adalah membangun lingkungan hidup dan meningkatkan ketahanan bencana.


"Ada banyak upaya yang dilakukan dalam mengahadapi perubahan iklim dan berbagai kebijakan sudah dibuat oleh pemerintah," kata Abednego di hadapan peserta kuliah umum.


Mengahadapi perubahan iklim, sambung Abednego, pemuda harus terus melakukan inovasi agar bisa bangkit. "Contohnya, program kementerian sosial, yaitu program tangguh bencana," kata Abed.


Ditegaskannya, untuk mencapai ketahanan, salah satu yang efektif adalah, ketahanan yang berskala komunitas. Sehingga, desa memiliki kapasitas dan modal sosial yang memadai untuk melakukan perubahan. Upaya penanganan suatu masalah juga harus dimulai dari bawah, jika melakukan perubahan dimulai dari atas itu adalah pandangan yang kurang tepat, katanya.


"Sebagai kunci upaya dalam melakukan perubahan, pemuda harus peduli dan berinovasi. Pemuda harus berpikir kritis dan konstruktif, dengan pemikiran kritis, pemuda bisa masuk melihat kesenjangan yang terjadi dari sebuah produk kebijakan. Pemuda harus konsisten mengembangkan gagasan, kerja sosial harus berkaitan dengan cara berpikir yang bisa mengembangkan enterpreneur bagi pemuda," katanya.


Menurutnya Abednego, gerakan perubahan harus dimulai dari diri sendiri, baru kemudian membangun gerakan secara kelompok yang membuat pengaruh yang lebih besar lagi. Dalam upaya menjaga dan melestarikan hutan, Abednego mengatakan, pemerintah mempunyai keterbatasan, saat ini banyak hutan di Indonesia yang open akses. Salah satu solusi dari keterbatasan pemerintah dalam mengelola hutan di Indonesia adalah mendorong pengelolaan hutan diberikan kepada kelompok masyarakat.


Kuliah umum juga diikuti, Rektor Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar, Prof Dr Sanggam Siahaan MHum, Ketua Panitia, Dr Jumaria Sirait MPd, Koordinator, Dr Muktar Panjaitan MPd dan Moderator, Hendra Simanjuntak SPd MPd. (D8/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com