Di USU dan Unimed Tidak Ada Mahasiswa Dididik Jadi Ekstremis

* Dr Syamsul Gultom: Bila Terbukti Mahasiswa akan Dipecat

107 view
Di USU dan Unimed Tidak Ada Mahasiswa Dididik Jadi Ekstremis
dok. Istimewa
Dr Syamsul Gultom dan Amalia Meutia MPsi
Medan (SIB)
Rektor Unimed Dr Syamsul Gultom Skm Mkm mengatakan, mudah-mudahan di Unimed tidak ada mahasiswa dididik jadi ekstremis.

“Kalau ternyata ada dan terbukti ? Bisa saja dipecat baik dosen atau mahasiswa. Ya bisa saja sesuai dengan tata tertib kehidupan kampus,” kata Syamsul Gultom menjawab wartawan di Medan, Rabu (15/9) terkait dengan ucapan Presiden Jokowi yang mengatakan, ada yang didik mahasiswa jadi ekstremis.

Seperti diberitakan, Jokowi tidak ingin mahasiswa yang diajari tentang kebangsaan di dalam kampus justru terpapar paham radikal di luar kampus. Hal itu disampaikan Jokowi saat bertemu dengan Majelis Rektor PTN di Surakarta, Senin (13/9).

Ditanya hal lain apakah sudah ada rencana kuliah tatap muka mahasiswa Unimed. Syamsul Gultom mengatakan jika sudah ada instruksi dari kementerian akan diikuti.

Secara terpisah, Kepala Kantor Humas USU Amalia Meutia MPsi Psikolog mengatakan, yang dicermatinya dari berita di koran SIB ini adalah, Presiden Jokowi tidak ingin mahasiswa yang diajari tentang kebangsaan di dalam kampus justru terpapar paham radikal saat di luar kampus. Jadi terpapar ekstremisnya itu malah di luar kampus.

Dikatakannya, kalau di USU, pastinya yang diajarkan adalah muatan kebangsaan yang sesuai dengan prinsip nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam kaidah NKRI. Salah satunya dengan mengimplementasikan mata kuliah umum PPKN yang wajib diambil oleh mahasiswa USU.

Jadi apakah bisa disebut di USU tidak ada yang didik mahasiswa jadi ekstrem, Amalia Meutia mengatakan, USU tentu saja tidak melakukan hal itu.

Dijelaskannya, bahwa yang diajarkan adalah PPKN dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran hak dan kewajiban sebagai warga negara, serta meningkatkan semangat nasionalisme dan patriotisme. Mata kuliah ini membahas pilar bangsa Indonesia, ideologi Pancasila, hak dan kewajiban warganegara, identitas nasional sampai geostrategic demi tercapainya warga negara yang lebih beradab, jujur, demokratis, terdidik, berkeadaban dan berwawasan kebangsaan,katanya. (A2/a)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com