Diduga Cacat Hukum, Ahli Waris Salam ES Minta Batalkan Sertifikat Tanah di Desa Manis Asahan


197 view
Diduga Cacat Hukum, Ahli Waris Salam ES Minta Batalkan Sertifikat Tanah di Desa Manis Asahan
Istimewa
Ilustrasi sertifikat tanah
Asahan (SIB)
Diduga cacat hukum karena surat keterangan ganti rugi (SKGR) antara Ababul Khoir dan Syaiful Anwar disinyalir direkayasa, ahli waris Almarhum Salam ES minta penerbitan Sertifikat Tanah nomor 02.07.03.05.100209 seluas 1.504 meter atas nama Syaiful Anwar terletak di Dusun VI Desa Manis Kecamatan Pulaurakyat Kabupaten Asahan dibatalkan.

Hal ini terungkap dalam musyawarah penyelesaian masalah tanah Alm Salam ES yang dihadiri ahli warisnya Wahyudin Aswat, Dewi Repelita, Golkariyati Zannah dan Ababul Khoir. Hadir juga Endang Purwaningsih isteri Alm Syaiful Anwar juga ahli waris Salam ES di dampingi anaknya Budi Ramanda. Musyawarah itu dilaksanakan di Balai Desa, Senin (22/2) lalu, dimediasi oleh Kepala Desa Manis Syupian.

“Ababul Khoir, adik saya tidak pernah menandatangani menyangkut SKGR maupun surat lainnya atas harta warisan Alm Salam ES yaitu orangtua kami,” ucap Wahyudin Aswat selaku ahli waris tertua Salam ES kepada wartawan, Minggu (28/2).

Diterangkannya, kejanggalan-kejanggalan lain dalam SKGR seperti, tidak ada tanda tangan jiran batas, tidak diketahui kepala desa dan tanda tangan ahli waris bukan yang sebenarnya. Selain itu pada surat hibah dan surat keterangan menguasai sebidang tanah seluruh tanda tangan Abdul Khoir tidak sesuai. Begitu juga alas hak dasar tanah dibuat surat pernyataan mengusahai sebidang tanah dengan alasan bahwa tanah tersebut belum pernah disuratkan.

“Hal ini sesuai keterangan almarhum Syaiful Anwar kepada Kepala Desa Manis. Seharusnya penerbitan sertifikat tidak bisa dilakukan karena tanah tersebut sudah memiliki surat resmi, namun telah hilang sesuai laporan kehilangan yang diterbitkan Polres Asahan No. LKB/1544/VII/2009 berdasarkan laporan almarhum Syaiful Anwar, “ terang Aswat.

Lanjut Aswat, dilihat dari surat ukur tanah diduga ada penyerobotan tanah Salam ES oleh Alm Syaiful Anwar. Penyerobotan tanah itu telah dibuatkan surat tanahnya oleh kepala desa. Dalam hal ini kepala desa juga merasa dibohongi sehingga timbul surat tanah ganda, karena keterangan Alm Syaiful Anwar ketika mengurus surat tanah mengalaskan surat tanah belum pernah dibuat. Karena itu surat tanah tersebut diterbitkan.

“Sebab itu, kita minta agar surat dilakukan perbaikan dan mengajukan pembatalan ke BPN Asahan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Kepala Desa Manis, Syupian ketika dikonfirmasi SIB, Minggu (28/2) melalui telepon seluler membenarkan telah terjadi musyawarah terkait penyelesaian masalah tanah Alm Salam ES dan Alm Syaiful Anwar. “Mereka ini masih satu keluarga,” ujarnya.
Dijelaskannya, dalam musyawarah permasalahan telah diselesaikan disepakati kedua pihak yang dituangkan pada surat pernyataan dimana isinya surat sertifikat tanah akan ditarik, dibatalkan.(A02/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com