Diduga Curang, 11 Pimpinan Daerah Menolak Hasil Muswil XXI IPM Sumut


135 view
Diduga Curang, 11 Pimpinan Daerah Menolak Hasil Muswil XXI IPM Sumut
(Foto: Dok/Abdul)
TOLAK: 11 Pimpinan Daerah yang menolak hasil Musywil XXI IPM Sumut yang digelar pada Kamis-Sabtu (7-9/10). 
Tebingtinggi (SIB)
Hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) XXI Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sumatera Utara (Sumut) yang digelar, Kamis-Sabtu (7-9/10) di gedung Dispora di Medan, dianggap tidak sah dan ditolak oleh 11 Pimpinan Daerah (PD) IPM se-Sumut.

Demikian disampaikan Ketua PD Ikatan IPM Kota Tebing-tinggi, Abdul Rahman Tanjung kepada SIB, Senin (11/10) di Sekretariat PD di Jalan SM Raja No 43, Tebingtinggi.

"Kami kecewa dengan keputusan Muswil XXI IPM Sumut yang diadakan secara online. Ada 11 PD IPM yang menolak hasil keputusan, karena terdapat indikasi kecurangan yang dilakukan oknum yang ingin menghancurkan IPM Sumut yang kami cintai ini," ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, ia bersama PD IPM lainnya telah melaporkan hal tersebut ke Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumut untuk melangsungkan pemilihan ulang dengan merubah teknis pemilihan.

"Kita telah mengantongi bukti-bukti adanya kecurangan. Bahkan, tim panitia pemilih yang ditunjuk daerah-daerah sudah menyatakan sikap bahwa pemungutan suara tidak bisa dilanjutkan karena terdapat indikasi kecurangan," ujar Abdul yang juga merupakan calon formatur.

Dikonfirmasi terpisah melalui selulernya, Sekretaris PD IPM Asahan, selaku calon formatur pada Muswil tersebut juga mengatakan hal senada bahwa ada kekeliruan dengan penggelembungan suara, dimana Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang seharusnya berjumlah 358 menjadi 457.

“Sudah saya minta kepada panitia pemilihan untuk mendatangkan tim IT UMSU selaku penyedia server pemungutan suara, karena saya merasa ada kekeliruan penggelembungan suara. DPT yang seharusnya berjumlah 358 berubah menjadi 457," jelasnya.

Senada dengan sebelumnya, Ketua PD IPM Medan, Taufiq Prima menyampaikan bahwa IPM yang punya ciri gerakan keislaman yang kuat, dicederai dengan sistem musyawarah yang kurang berkenan.

"Harusnya tidak ada server salah input, karena persiapan musyawarah bisa lebih matang. Sejak awal kalau memang musyawarah ini berkeinginan untuk mendapatkan keputusan yang baik, cara-caranya juga harus dipersiapkan dengan baik. Pemilihan ulang adalah keputusan yang paling adil dari hasil musyawarah ini," ujarnya.

Adapun PD IPM yang menyatakan sikap menolak hasil keputusan Muswil XXI yakni PD IPM Medan, Tebingtinggi, Mandailingnatal, Tapanuli-tengah, Tapanuliselatan, Asahan, Padangsidempuan, Labuhanbatu, Simalungun, Pematangsiantar dan Langkat. (LS/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com