Diduga Pelaku Penganiayaan, Oknum Ketua LSM Penjara Dairi dan Dua Anggotanya Dijebloskan ke Penjara


273 view
(Foto: SIB/Tulus Tarihoran)
PAPARAN : Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting dan jajaran serta Dandim 0206/ Dairi, Letkol Arm Adietya Nurtono memaparkan penangkapan tersangka terduga pelaku penganiayaan, Senin (15/2) pada saat konferensi pers di Mapolres Dairi. 
Sidikalang (SIB)
Oknum Ketua DPC LSM Penjara Kabupaten Dairi, RS alias Jeki dan dua rekannya SS, JS dijebloskan ke penjara terkait dugaan kasus penganiayaan kepada Mangantar Sihite (81) pada 11 Januari lalu.

Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting didampingi Kasat Reskrim AKP Rasly Turnip, KBO Reskrim Iptu Sumitro Manurung dan Kasubbag Humas, Kanit Resum Ipda Parlindungan Lumbantoruan, Iptu Donni Saleh serta Dandim 0206/Dairi Letkol Arm Adietya Nurtono, Senin (15/2) saat konferensi pers di Mapolres menerangkan, penahanan 3 tersangka terkait dugaan kasus penganiayaan kepada korban Mangantar Sihite warga Dusun Kabandallong Desa Kentara, Kecamatan Lae Parira.

Tersangka SS (54) warga Jalan Pahlawan Kelurahan Batang Beruh dan JS (46) warga Juma Sianak Desa Huta Rakyat, dipersangkakan pasal 170 ayat 1 KUHP. Sementara RS alias Jeki (30) warga Dusun Kabandollong Desa Kentara, dipersangkakan pasal 55 ayat 1 KUHP dan atau pasal 56 ayat ke-2 KUHP.

RS merupakan Ketua DPC LSM Penjara Dairi yang diduga sebagai otak penganiayaan kepada Mangantar Sihite. Hal itu diketahui setelah penyidik melakukan penyelidikan dan memintai keterangan saksi.
"Dia yang memerintahkan kedua rekannya untuk melakukan penganiayaan kepada korban dan kendaraannya digunakan menjemput Mangantar dari rumah," ungkap Ferio Sano.

Polisi juga turut menyita kendaraan dengan nomor polisi Z 1585 AS yang digunakan menjemput korban serta beberapa barang bukti. SS dan JS ditangkap dan dijebloskan ke penjara, Senin (1/2). Sementara RS ditangkap, Jumat (13/2).
Atas penangkapan itu, puluhan bunga papan berjajar di depan Mapolres Dairi dari beberapa tokoh masyarakat, mengapresiasi polisi dalam penegakan hukum di wilayah Kabupaten Dairi.

Sebelumnya, Mangantar Sihite melaporkan kasus penganiayaan ke kepolisian dengan surat tanda penerimaan laporan (STPL) No. 03/I/2021/SU/RES DAIRI/SEK PARONGIL, tertanggal 15 Januari 2021.

Penganiayaan terjadi pada 11 Januari sekira pukul 21.00 WIB, berawal dari dua orang mengetuk pintu rumah. Kemudian pintu dibuka dan kedua orang tersebut dipersilahkan masuk. Namun, keduanya menolak masuk ke rumah. Keduanya meminta Mangantar masuk ke mobil agar ikut ke warung.

"Saya mau ikut dan masuk mobil, karena pemilik mobil itu saya kenal yaitu RS yang merupakan anak dari kampung ini," katanya.
Tiba di warung dan keluar dari mobil, kata Mangantar, ia melihat RS sedang duduk. Kemudian RS meminta korban duduk dengan nada membentak. Pada saat itu, RS mengeluarkan sesuatu mirip benda tajam dan pada saat itu juga, RS meminta kepada dua rekannya untuk menghantam korban.

"Kau dekingmu si Poltak ya. Hajar, hantam," ucap Mangantar meniru pernyataan RS pada kejadian itu.
Kemudian salah satu dari rekannya menarik baju korban dan satunya memukul bagian mulut. Korban jatuh kemudian ditendang kedua pelaku. Korban melarikan diri ke rumah Andre Hutasoit yang berada di depan warung tempat kejadian. Kemudian, kejadian itu dilaporkannya ke kepala desa bersama marga Aritonang. Lalu kepala desa menelepon polisi. (K05/K04/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com