Dimintai Tanggapan Seputar Vidio Viral Ibu Baru Melahirkan di Parlilitan Ditandu karena Jalan Rusak

* Bupati Humbahas: Kita Tidak Tahu Orang atau Nggak Itu

266 view
Dimintai Tanggapan Seputar Vidio Viral Ibu Baru Melahirkan di Parlilitan Ditandu karena Jalan Rusak
Foto: SIB/Dok
WAWANCARA: Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor saat diwawancarai wartawan di Mapolres Humbahas usai menghadiri HUT ke-75 Bhayangkara, Kamis (1/7).
Humbahas (SIB)
Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas) Dosmar Banjarnahor tepis pemberitaan seorang ibu yang baru melahirkan ditandu warga di dalam sarung menuju tempat tinggalnya di Dusun Nambadia, Desa Sihas Tonga, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbahas yang sudah viral di media sosial beberapa pekan terakhir ini.

“Sebenarnya sih kita tidak melihat orang ditandunya. Kita tidak tahu orang atau nggak itu (yang ditandu warga),” ucap Dosmar Banjarnahor saat diwawancarai wartawan di Mapolres Humbahas di sela-sela HUT ke-75 Bhayangkara, Kamis (1/7) seputar vidio viral warga yang sedang menandu seorang ibu baru melahirkan di Kecamatan Parlilitan karena kondisi jalan rusak.

Dalam wawancara itu, Dosmar mengaku tidak ada melihat orang di dalam sarung yang ditandu beberapa warga itu. “Tidak ada orang kita lihat. Masalah hanya sarung-sarung doang, tidak tahu kita. Tapi yang namanya peduli, kita harus,” ucapnya lagi.

Tapi ketika disinggung kalau berita itu telah viral di beberapa media, bahkan telah tayang di salah satu TV, Dosmar lagi-lagi belum percaya kalau dalam sarung yang ditandu itu adalah manusia.

“Iyakan belum kita lihat tidak ada (orang) di dalam sarung-sarungnya itu. Di sarungnya itu nggak orang bos. Masalah video-videokan, tidak bisa kita larang,” ucapnya lagi.

Saat dipertegas kembali apakah benar dalam sarung yang ditandu warga itu tidak ada orang, Dosmar sedikit mengelak dan mengaku tidak tahu. Begitu juga saat ditanya terkait kebenaran keterangan Kepala Desa setempat yang mengakui kejadian tersebut, Dosmar tetap belum yakin akan kebenaran vidio itu.

“Saya tidak tahu. Kan belum kita lihat. Nggak ada kita lihat orang. Kan yang saya lihat (tidak ada orang). Dan saya nggak larang. Kan di videonya kita lihat, nggak ada orang. Masalah kepala desa ngomong kan, lain cerita,” ucap Dosmar.

Menanggapi keterangan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor itu, suami dari ibu yang baru melahirkan yang ditandu itu angkat bicara. Melalui akun facebook Joni Sihotang yang dibagikan di sebuah grup facebook bernama Kabar-Kabari Humbang Hasundutan pada hari Jumat, sekira pukul 15.00 WIB, suami dari ibu yang baru melahirkan itu bernama Naik Harianja memberikan klarifikasi terkait kebenaran vidio yang viral itu

Dalam video berdurasi 3 menit 36 detik itu, Naik Harianja menjelaskan, kalau benar adanya wanita yang ditandu dalam sarung itu adalah istrinya bernama Fransiska Waruhu yang baru melahirkan pada hari Selasa, 15 Mei 2021 lalu.

“Beberapa waktu lalu benar beredar video seorang ibu yang melahirkan dipikul atau ditandu masyarakat dengan bergotong royong. Jadi saya jelaskan secara detail di sini. Itu adalah istri saya. Itu bukan hoax. Itu memang benar. pada saat itu istri saya melahirkan hari Selasa, tanggal 15 Mei 2021. Puji Tuhan ibu dan anaknya sehat,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kenapa sampai istrinya ditandu beberapa orang warga menggunakan sarung dengan sebatang bambu.

“Saya perlu jelaskan lebih detail lagi, kenapa istri saya sampai ditandu. Alasannya adalah, jalannya tidak bisa dan tidak layak untuk seorang ibu yang mau melahirkan dengan naik sepeda motor dengan kondisi jalan seperti itu, karena jalannya sangat ekstrim. Memang bisa dilalui kendaraan roda dua, tapi harus kendaraan roda dua khusus dan orang khusus yang bisa melaluinya. Tapi kalau untuk orang sakit atau yang mau melahirkan pasti tidak bisa, karena jalannya sangat ekstrim,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan jarak tempuh dusun mereka dengan dusun dan desa lainnya sepanjang lebih kurang 3 kilometer dan sangat sulit dilalui kendaraan, terlebih kendaraan roda dua. Untuk itu dia berharap kepada pemerintah setempat, pemerintah kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat, dapat memperbaiki jalan mereka supaya bisa dilalui kendaraan minimal kendaraan roda dua.

“Itulah harapan kami seluruh warga Dusun Nambadia. Begitu juga dengan anak sekolah yang mau pulang pergi, bisa nyaman jalan kami ataupun diantar dengan kendaraan roda dua, dan tidak ada ancaman dengan kondisi jalan seperti itu. Kalau dengan kondisi jalan seperti itu, nyawa kita sangat terancam, bisa saja terjatuh dan lain-lain. Jadi supaya nyaman dan layak, mohon supaya ada perhatian khusus untuk desa kami,” harapnya.

Terpisah, Ketua Umum Gerakan Pemuda Papatar (Gempar) Humbahas, Mader Hasugian mengaku sangat menyayangkan sikap dan ucapan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor tersebut.

“Pernyataan bupati tersebut sangat melukai hati masyarakat terkhusus buat keluarga yang bersangkutan dan kejadian itu bukan unsur kesengajaan dan memang pertolongan pertama dilakukan warga buat ibu itu yang melahirkan," ujarnya. (BR7/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com