Dinkes Catat Kasus Aktif Covid-19 di Kota Medan Terus Turun

* Pengamat Harap Pemko Aktif Laporkan Data Jumlah Perkembangan

245 view
Dinkes Catat Kasus Aktif Covid-19 di Kota Medan Terus Turun
Foto Dok/Leo Bukit
dr Mardohar Tambunan
Medan (SIB)
Dinas Kesehatan Kota Medan mencatat perkembangan kasus Covid-19 terus mengalami penurunan selama beberapa hari terakhir. Dari data dinas tersebut, pada 13 September 2021 kasus aktif corona di Medan sebanyak 1.651 kasus.

Sedangkan pada 14 September 2021, kasus aktif mengalami penurunan jumlah kasus sebanyak 79 kasus sehingga menjadi 1.572 kasus. Selanjutnya, pada 15 September 2021 kembali mengalami penurunan lagi sebanyak 70 kasus, sehingga menjadi 1.502 kasus.

Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Mardohar Tambunan mengatakan, data perkembangan kasus terus diperbaharui setiap harinya. Selain itu, juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk melihat situasi terakhir hasil dari data-data yang ada di papan aplikasi, baik itu yang dimiliki pusat, Pemprov Sumut dan Pemko Medan, sehingga tidak terjadi lagi ketimpangan data.

"Kita terus melakukan koordinasi baik dengan provinsi maupun pusat untuk melihat kategori kita yang tadinya level 4. Data yang dari 21 hari ke bawah itu sudah kita cleansing, dan alhamdulillah itu memang sudah ada yang sembuh," kata Mardohar seperti dilansir dari harianSIB.com, Minggu (19/9).

Menurutnya, penurunan kasus aktif Covid-19 ini juga selaras dengan meningkatnya kesembuhan pasien corona di Medan. Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh pada 14 September 2021 sebanyak 238 pasien, kemudian pada 15 September jumlah pasien sembuh bertambah menjadi 183 pasien.

"Untuk data terkait pasien yang dirawat di rumah sakit hingga 15 September 2021, tercatat sebanyak 390 orang dan pasien yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 1.057 orang. Sedangkan pasien yang menjalani isolasi di lokasi isolasi terpusat (isoter) sebanyak 55 orang," ujarnya.

Ia mengaku Wali Kota Medan sebelumnya telah menginstruksikan organisasi perangkat daerah terkait untuk terus melakukan perbaikan data perkembangan corona di Kota Medan. "Perbaikan data ini sangat diperlukan dalam menentukan level PPKM," pungkasnya.

Terpisah, pengamat kesehatan dari USU Dr dr Delyuzar menyampaikan data-data corona sangat perlu untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya dan strategi apa yang akan dilakukan ke depannya. "Data itu harus sinkron, sehingga tidak terjadi perselisihan. Pemko Medan harus selalu dan terus memperkuat data yang ada," katanya.

Ia berharap agar Pemko Medan aktif melaporkan data jumlah perkembangan konfirmasi corona dan data yang dilaporkan telah diverifikasi. Menurutnya, terjadi perselisihan data bisa saja terjadi karena standar dan indikatornya berbeda. Jika indikatornya sama, tentu angka kumulatif di Sumut dan Kota Medan sama.

"Update data dengan benar. Sebab, data ini nantinya yang dilihat masyarakat sehingga mereka lebih awas dalam menyikapi jumlah kasus aktif. Apabila data menunjukkan terjadinya penurunan, harus disertai dengan informasi dan imbauan agar tidak boleh abai protokol kesehatan. Jika kita abai dan lengah terhadap protokol kesehatan, dikhawatirkan akan terjadi lonjakan kasus kembali," tutupnya. (R6/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com