Dirjen Yankes Kemenkes RI Datangi RS Pirngadi, Ini Dilakukan Abdul Kadir


77 view
Dirjen Yankes Kemenkes RI Datangi RS Pirngadi, Ini Dilakukan Abdul Kadir
(Foto: harianSIB.com/Leo Bukit)
FOTO BERSAMA: Dirjen Yankes RI,  H Abdul Kadir foto bersama Plt Direktur Utama RSUD Dr Pirngadi Medan, dr Suryadi Panjaitan dan lainnya saat tiba di RSUD Dr Pirngadi Medan, Rabu (24/11/2021).
Medan (harianSIB.com)
Direktur Jendral Pelayanan dan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Dirjen Yankes) RI, H Abdul Kadir melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pencegahan dan penanganan stunting, di RSUD Dr Pirngadi Medan, Rabu (24/11/2021).

Dalam Monev itu, H Abdul Kadir didampingi Direktur Utama RSUP H Adam Malik, Zainal Safri dan timnya disambut Plt Direktur Utama RSUD Dr Pirngadi Medan, dr Suryadi Panjaitan dan jajarannya.

Usai melihat sejumlah fasilitas rumah sakit, Abdul Kadir menjelaskan kehadirannya ke rumah sakit milik Pemko Medan itu, untuk melihat langsung kesiapan RS Pirngadi menangani pasien stunting.

"Kunjungan kami kemari melihat langsung bagaimana pelaksanaan Posyandu dalam menangani stunting. Misalnya, bagaimana pengukuran berat badan, tinggi badan yang dilaksanakan Posyandu. Apakah menggunakan alat parameter yang benar atau tidak benar. Bagaimana pun mereka mencatatkan kasus stunting di Kartu Menuju Sehat (KMS), sehingga didapatkan status anak itu mengalami stunting, gizi kurang dan lainnya," ujarnya.

Menurut dia, jika ada stunting ataupun gizi kurang, Posyando merujuk ke Puskesmas. Kemudian Puskesmas merujuknya ke RS Pirngadi.

"Ini tujuan utama kami untuk datang ke Medan," ucapnya.

Setelah melihat langsung salah satunya Posyandu di Puskesmas Binjai, Medan, ia menemukan masih banyak kekurangan dalam pelayanan dan penanganan stunting terutama sarana dan prasarana.

"Kami melihat alat ukur yang digunakan masih kurang. Di situ masih menggunakan timbangan yang skalanya sudah tidak terbaca, pengukuran tinggi badan juga sudah tidak memenuhi standar kemudian membuat pelaporan masih belum benar. Jadi kita harapkan ke depan ada perbaikan," tegasnya.

Ia menyebutkan pihaknya sudah memberikan bantuan beberapa alat bantu ukur, timbangan dan lainnya. Hanya saja dibandingkan dengan bantuan Kemenkes dari jumlah Posyandu yang ada tidak seimbang.

"Kita berharap Pemda setempat mengambil alih tanggung jawab itu dan berharap menggunakan anggaran untuk mengoptimalkan untuk perbaikan sarana dan prasarana Posyandu," katanya.

Ia membeberkan jumlah stunting di Indonesia masih tinggi yakni sekitar 28 persen dari usia balita. Kasus stunting paling banyak di Nusa Tenggara Timur, Jawa barat, Sulawesi Barat. Sedangkan di Medan, kata dia, kasusnya cukup bagus.

"Kalau di Medan justru kasusnya cukup bagus, tidak tinggi seperti daerah lain. Stunting ini kan ada kaitannya dengan kemampuan masyarakatnya," ucapnya.

Menurutnya, penyebab terbesar kasus stunting adalah faktor pendidikan warga dan pengetahuan orangtua. Misalnya, memberikan gizi yang cukup kepada anak balita dan faktor ekonomi.

"Harapan kita terhadap RS Pirngadi siap jika terdapat kasus stunting dan harus dirawat di rumah sakit ini," sebutnya.

Sementara itu, dr Suryadi Panjaitan mengatakan pihaknya siap memberikan pelayanan terbaik buat pasien stunting. Saat ini pihaknya merawat seorang pasien stunting berusia tiga bulan warga Medan Amplas.

"Kita saat ini memberikan pelayanan kesehatan yang baik dengan memberikan nutrisi dan tindakan pelayanan kesehatan lainnya agar tumbuh kembangnya menjadi membaik," ucap Suryadi Panjaitan yang juga menjabat Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan ini. (*)

Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com