Diskusi Publik untuk Ranwal RKPD 2025, Pelajar SMP Minta Area Bermain Anak


194 view
Diskusi Publik untuk Ranwal RKPD 2025, Pelajar SMP Minta Area Bermain Anak
Foto: lstimewa

Toba (SIB)

Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah Kabupaten Toba menggelar Diskusi Publik untuk Ranwal (Rencana Awal) RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) Kabupaten Toba tahun 2025 di Balai Data lantai IV Kantor Bupati Toba, Jumat (19/1).

Diskusi publik ini diikuti pimpinan OPD, unsur Forkopimda, para camat dan juga tokoh masyarakat dari setiap kecamatan, kalangan akademisi hingga perwakilan pelajar.

Bupati Toba, Poltak Sitorus menyampaikan berbagai capaian kerja sejak dia memimpin Pemkab Toba, termasuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, pertanian hingga peningkatan kunjungan wisata berkat dua event internasional yang diselenggarakan di Kabupaten Toba, yakni F1 Power Boat dan Aquabike Jetski Wordchampionship.

"Meski demikian masih banyak yang perlu kita benahi dan perbaiki. Karena itu dalam diskusi ini sangat diharapkan masukan dan saran dari bapak ibu sekalian untuk menyempurnakan rencana awal yang telah disusun untuk RKPD tahun 2025," jelasnya.

Menurutnya, program prioritas RKPD 2025 yang telah disusun sesuai visi-misi Pemkab Toba Unggul dan Bersinar adalah peningkatan dan pemerataan kualitas infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan tata kelola pemerintahan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Program itu diutamakan menyasar sektor pariwisata, pendidikan dan pertanian yang menjadi program unggulan Pemkab Toba,” beber Poltak Sitorus.

Tiga narasumber yang dihadirkan menyampaikan paparan program pada diskusi publik itu masing-masing, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Toba,Sofyan Sitorus, Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Fernando Samosir dan Kepala BPS Toba Whenlis Purba.

Diskusi itu juga memberi kesempatan kepada yang hadir untuk menyampaikan pandangan dan pendapatnya secara langsung maupun secara tertulis. Para peserta diskusi memberi tanggapan seputar ketersediaan pupuk subsidi hingga bibit unggul yang seharusnya tidak disalurkan melalui kelompok tani, sebab tidak semua petani masuk kelompok tani.

Selain itu, utusan dari gereja HKBP Aids Ministry menyampaikan bahwa saat ini pencegahan penularan HIV/AIDS harus masuk dalam program prioritas pemerintah, terlebih saat ini Kabupaten Toba telah menargetkan peningkatan kunjungan wisata.

Sementara seorang pelajar bernama Frans Raja Jonehemia Sirait meminta Pemkab untuk menyediakan area bermain untuk anak, termasuk menyediakan sarana olahraga dalam area tersebut. Tidak hanya itu, dia juga meminta agar pemerintah memberi perhatian serius dalam melakukan pendampingan bagi anak-anak, khususnya anak yang menjadi korban pelecehan seksual. (**)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com