Distributor Elpiji 3 Kg dari Labura dan Labusel Masuki Labuhanbatu


544 view
Negeri Lama (SIB)- Distributor Elpiji 3 kg dari Labuhanbatu Utara (Labura) dan Labuhanbatu Selatan (Labusel) 'perang' mencari omzet dengan para distributor yang ada di Kabupaten Labuhanbatu guna mencari pangkalan khususnya di daerah pesisir pantai seperti di Kecamatan Bilah Hilir dan Panai Hulu.
Hal ini dianggap bermasalah menurut Undang-Undang Migas nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Demikian diungkapkan Sekretaris Persatuan Wartawan Bilah Hilir (Perwabih) Sofyan Ritonga didampingi Abdi kepada wartawan di Negeri Lama, Jumat (21/7) sore.

Hasil temuan di lapangan, lanjut Sofyan, distributor dari Labura dan Labusel 'menjarah' kavlingan distributor Labuhanbatu, juga terjadi permainan harga eceran tertinggi (HET) sesuai ketentuan Pertamina seharusnya Rp 15.000 di pangkalan, namun dijual di berbagai pangkalan Rp 17.000 - Rp 18.000,-

Selain itu, timpal Abdi, isi tabung elpiji seharusnya 3 kg, namun ketika ditimbang menjadi 2,7 kg - 2,8 kg,  "Ini jelas merugikan masyarakat," tukas Abdi.

Pihaknya meminta agar pimpinan kecamatan mengambil sikap guna menertibkan hal ini, sebab sudah lama berlangsung dan warga telah dirugikan.

Camat Bilah Hilir Saparuddin SH ketika dimintai komentar melalui selularnya akan memanggil para pengusaha pangkalan guna melakukan cros cek di lapangan akan situasi yang ada sekaligus melakukan pendataan agar lebih transparan dan akuntabel.

"Pengusaha pangkalan akan dipanggil. Didata agar transparan serta akuntabel," ujar Saparuddin.

Dari hasil itu lanjutnya akan ketahuan mana pangkalan yang riil dan mana pangkalan yang "abu-abu" guna mengindari kerugian para warga yang membutuhkan gas elpiji sebagai salah satu kebutuhan dasar warga khususnya di daerah itu. (D17/h)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com