Dorong Pemulihan Ekonomi Daerah, Kadin Sumut Bentuk Pokja UKM-Bumdes


142 view
Dorong Pemulihan Ekonomi Daerah, Kadin Sumut Bentuk Pokja UKM-Bumdes
(Foto: Antara)
Ilustrasi UMKM 
Medan (SIB)
Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadin Sumut)) membentuk kelompok kerja (Pokja) yang khusus menangani prospek bisnis usaha kecil menengah (UKM) yang meliputi sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), Koperasi, Industri kecil (home industry) dan sebagainya.

"Pokja ini bertugas secara fokus pada perencanaan, pelaksanaan serta mengorganisir dan mengontrol pelaksanaankegiatan pengembangan bisnis UKM sebagai peran dan upaya mendorong pemulihan ekonomi lokal atau daerah, baik yang terkait dampak pandemi Covid-19 maupun setelah pandemi berakhir nantinya. Sesuai agenda KADIN Pusat, Pokja UKM-Bumdes di Sumut meliputi tujuh sektor dengan 12 personil," ujar Khairul Mahalli, Ketua Umum KADIN Sumut kepada pers, Sabtu (19/8).

Ke-12 personil itu adalah: Khairul Mahalli sebagai penanggungjawab, Prof Dr Ir H Muhammad Assad Msi sebagai ketua. Dr lr Muhammad Syafril Harahap Msi (sekretaris), Zata Awanis (bendahara), Ramayani (wakil sekretaris-1), Bebi Handayani (wakil sekretaris-2), Ir Harismi koodinator bidang investasi, Ir Fatul Barry koordinator bidang teknis produksi, Hanizar Fitriani Spsi koordinator bidang SDM, Ahmad Sofyan Lubis Ssos koordinator hukum dan administrasi, Sugi Wibowo dan Mohammad Ilham Spt SH MH masing-masing sebagai anggota.

Masing-masing personil Pokja ini memimpin unit kerja yang meliputi: rencana dan realisasi kerjasama dan investasi dengan pihak-pihak yang berkaitan denganpermodalan seperti perbankn atau lembaga pembiayaan sesuai bidang usaha UMKM atau Bumdes dan IKM di setiap daerah. Lalu, menyiapkan materi pembinaan dan pedoman dalam pemantapan dan pengembanganusaha dan teknis produksi, serta melaksanakan pengembangan usaha dan diversifikasi produk yang dihasilkan dan dipasarkan.

"Secara komparatif, Pokja ini juga bertugas untuk monitoring, evaluasi, dan inventarisasi pengembangan dan penguatanusaha dan teknis produksi, dengan konsep kebijakan peningkatan kualitas dan jaringan usaha untuk memperkuat daya saing. Misalnya produk dari satu UKM atau Bumdes dan Koperasi yang dinilai layak ekspor, segera diatur standar dan tujuan ekspornya. Kalau ada satu UKM atau Bumdes dan Koperasi yang akan ekspansi, kita bantu semua mekanismenya, termasuk perizinan," ujar Khairul optmis.

Dia menambahkan, tahap pertama untuk Pokja ini antara lain menjalin kerjasama dan koordinasi dengan pihak-pihak yang berkaitan denganadministrasi perizinan, proses permodalan dan administrasi pengembangan UMKM/IKM Bumdes, juga dengan pihak yang berkaitan dengan petunjuk dan pelaksanaan di bidang hukum.

Salah satu kendala krusial di kalangan UKM-Koperasi daerah selama ini adalah proses verifikasi atau seleksi dalam pengajuan atau permohonan kredit terhadap peluang penggunaan dana perbankan yang sifatnya menganggur atau mengndap (undisbursed loan). Untuk ini, ujar Khairul Pokja melalui unitnya juga akan menjalin kolaborasi dengan pihak perbankan di daerah ini, khususnya di bank-bank BUMN dan BUMD. (A5/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com