Debat Publik Pilkada Humbahas

Dosmar-Oloan Bangga Bicara Program Nasional Food Estate


422 view
Foto Dok/Screenshot video live streaming akun facebook KPU Humbang Hasundutan
DEBAT PUBLIK: Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor dan Oloan P Nababan mengikuti debat publik pemaparan visi dan misi yang digelar oleh KPU Humbahas di Ballroom Hotel Arya Duta Medan, Minggu (29/11).
Humbahas (SIB)
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas) menyelenggarakan debat publik untuk memaparkan visi dan misi pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Humbahas Tahun 2020, di Ballroom Hotel Arya Duta Medan, Minggu (29/11).

Acara debat itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Ketua KPUD Humbahas Binsar Pardamean Sihombing mengatakan, acara debat publik itu bagian dari tahapan Pilkada Humbahas. Kata dia, debat publik yang dilaksanakan sifatnya pemaparan visi misi dan penajaman visi misi Paslon oleh panelis.

“Kepada masyarakat Humbahas, perlu kami sampaikan, bahwa di Pilkada Humbahas ini hanya ada satu Paslon. Ini diatur di PKPU 13 Tahun 2018 terkait debat publik, terakhir juga dengan PKPU Nomor Nomor 20 Tahun 2020. Jadi harapan kami, melalui debat publik ini, visi misi pasangan calon itu boleh diserap, disaksikan, dan menjadi pertimbangan bagi masyarakat untuk melakukan proses pemilihan atau menyalurkan hak pilihnya nanti di TPS.

Dia menambahkan, pada saat berada di TPS, pemilih akan disuguhi dua pilihan, yaitu mencoblos foto pasangan atau kolom kosong yang tidak bergambar.

“Jadi ini sarana bagi masyarakat Humbahas untuk menilai pasangan calon. Jadi di kesempatan ini , kami mengajak seluruh masyarakat Humbahas untuk datang ke TPS hari Rabu, 9 Desember 2020. Di TPS KPU Kabupaten Humbahas beserta penyelenggara Pemilu Kabupaten Humbahas terkhusus KPPS akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” katanya.

Debat publik yang disiarkan TVRI secara langsung, dipandu moderator Ivo Herawati SPd, dengan menghadirkan tiga panelis yakni Direktur Kelompok Studi dan Pembangunan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) Medan, Masro Delima, Guru Besar Ketahanan Pangan dan Teknologi Pertanian Unika Santo Thomas Medan, Prof Dr Posma Sibuea, dan Ketua LPPM Universitas HKBP Nommensen Medan, Dr Janpatan Simamora SH MH.

Hadir juga dalam debat itu, para komisioner KPU Humbahas dan Komisioner Bawaslu Humbahas, serta perwakilan tim Paslon Bupati/Wakil Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor " Oloan P Nababan.

Dosmar selanjutnya memaparkan visi pasangannya “Humbanghasundutan yang maju dalam bidang pertanian, peternakan, ekonomi kreatif, dan masyarakat yang bermentalitas unggul melalui tata kelola pemerintahan yang baik, pemberdayaan masyarakat, pendayagunaan potensi dan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan”.

Sementara misi Paslon tunggal itu adalah “Terpanggil melayani proses pembangunan Humbanghasundutan menuju kabupaten yang maju menjadi lumbung pertanian dan peternakan bagi Indonesia”.

Selain visi misi, pada kesempatan itu Dosmar juga memaparkan lima program kerja mereka untuk mewujudkan visi Humbahas Maju, yang terdiri dari, meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terciptanya kehidupan umat beragama yang harmonis untuk terpeliharanya toleransi antar umat beragama, meningkatkan kualitas dan produktifitas SDM dan SDA, meningkatkan tata kelola yang baik untuk meningkatkan profesionalisme birokrasi dengan meningkatkan akuntabilitas pemerintahan.

Berikutnya, meningkatkan kedaulatan pangan dan ekonomi kerakyatan, dan meningkatkan ketersediaan infrastruktur, pengembangan wilayah dan konektivitas antar wilayah melalui peningkatan jaringan jalan.

Salah seorang panelis, Posman Sibuea memertanyakan peran generasi milenial dalam pembangunan pertanian di Humbahas.
Dosmar menjawab, selama menjabat sebagai Bupati Humbahas lebih kurang 4 tahun, sudah melibatkan semua kalangan termasuk kaum milenial, dengan merekrut anggota PPS (penyuluh pertanian swadaya).

“Seperti kita ketahui, di Amerika sana, profesi petani lah yang paling makmur hidupnya. Harapan kita di Humbang Hasundutan ke depan, keterlibatan milenial, apalagi dengan Humbang menjadi tempat food estate yang sudah diprogramkan pak Jokowi akan melibatkan semua generasi muda. memang tidak bisa lagi berpaku hanya bercocok tanam yang selama ini dilakukan seperti tanam tomat, atau pun cabai. Tapi harus ada intensifikasi seperti tanaman bawang, jagung, dan mengembangkan kopi dan padi yang sesuai untuk Humbang Hasundutan,” jelasnya.

Oloan menambahkan, kaum milenial akan diberikan pembekalan sesuai keahlian masing-masing.

Giliran panelis Masro Delima memertanyakan kebijakan strategis yang akan diimplementasikan Dosmar dan Oloan, jika nantinya terpilih untuk meminimalisir dampak dan kekawatiran hadirnya program nasional food estate di Humbahas, yang dikawatirkan mengeksklusi petani lokal dan masyarakat adat dari tanah dan sumber daya alam yang menjadi ruang hidupnya selama ini.

Menurut dia, program itu akan menguntungkan investor dari pada petani atau masyarakat lokal, karena ketimpangan penguasaan aset dan modal, serta terancamnya keberadaan tanaman endemik seperti kemenyan dan andaliman yang selama ini menjadi sumber kehidupan di sekitar proyek tersebut.

Menjawab hal itu, Dosmar mengatakan, ekosistem harus tetap dijaga dan tidak boleh mengganggu alam. Untuk program food estate, kata dia yang mereka olah adalah lahan yang tidak terpakai yang telah dibabat pihak lain.

“Jadi kita tidak merobah sistem. Tapi memanfaatkan lahan yang ada. Dan semua lahan di sana adalah milik petani. Tidak ada di sana pihak ketiga. Yang ada hanya off-taker sebagai pembina petani. Tapi pemilik tanah adalah seratus persen petani Humbang Hasundutan. Jadi tidak ada dikawatirkan akan terjadi ketimpangan maupun perobahan fungsi,” ujarnya.

Dosmar menambahkan, lima perusahaan yang bekerjasama dengan petani untuk mengelola lahan food estate seluas seribu itu hadir untuk membina petani menanam bawang putih, kentang dan bawang merah. “Mereka (perusahaan) bukan membeli tanah. Biar jangan salah kita. kedua, lahan tersebut murni milik petani. Nggak ada milik yang lain. kadang-kadang, ini agak ragu ini,” ucapnya.

Di pernyataan penutupnya, Dosmar mengaku siap untuk kalah dan menang dan berharap Humbahas bisa lebih maju melalui program nasional food estate di Humbahas. (BR8/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com