Drs Daniel Pinem: Untuk Antisipasi Banjir, Ada Warga Kelurahan Tanjung Selamat Siapkan Sampan dari Drum


213 view
Drs Daniel Pinem: Untuk Antisipasi Banjir, Ada Warga Kelurahan Tanjung Selamat Siapkan Sampan dari Drum
Foto: SIB/Desra Gurusinga
BAGIKAN: Anggota DPRD Medan Drs Daniel Pinem membagikan bibit ikan kepada warga, usai melaksanakan Reses di Jalan Sakura I Kelurahan Tanjung Selamat Medan Tuntungan, Senin sore (10/5).
Medan (SIB)
Banjir menjadi keluhan warga Jalan Sakura sampai saat ini. Bahkan ada warga yang sudah membuat sampan dari drum untuk mengantisipasi datangnya banjir.

“Sampan dari drum itu dibuat agar kalau terjadi banjir, warga bisa meletakkan barang-barang berharga di atasnya agar tidak terkena air. Hal itu sudah menjadi ketakutan warga, sehingga membuat sampan dari drum itu,” ujar Anggota DRPD Medan Drs Daniel Pinem di hadapan ratusan warga dan sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Sekcam Medan Tuntungan, Senin sore (10/5) saat menggelar Reses III Masa Sidang Kedua Tahun 2021 di Jalan Sakura I Kelurahan Tanjung Selamat Kecamatan Medan Tuntungan.

Hal senada dikeluhkan warga lainnya, Alexander Tarigan yang mengeluhkan saluran drainase di Jalan Seroja Raya yang hanya tinggal 20 Cm karena dipenuhi sedimen. Selain itu, dilaporkannya, ada beberapa pohon yang mati dan perlu dipangkas di daerahnya.

Begitu juga Rapena Indra Prana yang menyebutkan, daerahnya kerap menjadi langganan banjir kalau hujan turun. Keluhan lainnya, terkait lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang sudah ada sejak tahun 80-an. Dulunya, tiang listrik melewati lahan kosong. Namun sekarang lahan kosong itu dibangun pemiliknya segingga harus digeser. Pihak PLN mengatakan warga harus menyediakan tiang baru. “Apakah Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) bisa membantu warga dalam penyediaan tiangnya,” ujarnya.

Terkait keberadaan jalan di Pasar Melati dikeluhkan Sri Ginting, warga Jalan Flamboyan 6. Setiap hari terjadi kemacetan di Pasar Melati, sehingga perlu ada penanganan dari aparatur terkait. Ditambahkannya, ada cafe di lingkungannya yang buka 24 jam dan diduga sebagai tempat peredaran Narkoba. Sri minta agar aparat Kepolisian turun tangan menertibkan cafe yang sudah meresahkan masyarakat itu.

Menanggapi itu, Daniel Pinem mengatakan persoalan macet di Pasar Melati sudah menjadi masalah Kota Medan. Bahkan ambulance yang membawa pasien kritis untuk dirujuk ke RS Adam Malik, tewas akibat kelamaan di jalan akibat macet di Pasar Melati.

Untuk itu, perlu dicari solusinya. Karena akar permasalahannya adalah status jalan yang ada di Pasar Melati. Kalau masih milik pribadi, pemerintah harus membebaskannya. Namun kalau sudah milik pemerintah, segera aspal agar para pedagang tidak lagi berjualan di badan jalan. “Pemerintah harus tegas dalam hal ini sehingga jalan yang seharusnya 2 jalur itu bisa dipergunakan. Saat ini, jalan tersebut tinggal 1 jalur karena dipergunakan pedagang dan parkir,” ujarnya seraya meminta agar para pedagang juga membantu pemerintah agar tidak berjualan sampai ke badan jalan.

Terkait banjir, perwakilan Dinas PU, Sibarani mengatakan pihaknya akan melakukan survei dan melaporkan hasilnya ke dinas serta berkoordinasi dengan pihak kecamatan.

Ditambahkan Daniel, seharusnya perbaikan dilakukan secara komprehensip agar persoalan banjir dapat diatasi. Lahan yang harusnya tempat mengalirnya air, harus dibebaskan.

Ditambahkan Politisi PDI Perjuangan ini, saat ini Wali kota Medan sangat konsen dengan kenyamanan masyarakat. Target Pemko, dalam jangka 3 tahun seluruh masalah jalan dan masalah banjir di Kota Medan sudah terselesaikan.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris F-PDI Perjuangan DPRD Medan itu membagikan bibit ikan kepada warga untuk dipelihara agar bisa meningkatkan perekonomian rumah tangga. (A12/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com