Dua Bulan Kasus Pencurian Uang Tak Tuntas, Polsek Kualuh Hulu Diadukan ke Polda Sumut

* Kanit Reskrim: Itu Hak Korban

323 view
Dua Bulan Kasus Pencurian Uang Tak Tuntas, Polsek Kualuh Hulu Diadukan ke Polda Sumut
Foto Istimewa
Polsek Kualuh Hulu Aek Kanopan, kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara Sumatera Utara
Aekkanopan (SIB)
Tommy Siahaan (48), warga Dusun Pulo Gombut, Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mengadukan Polsek Kualu Hulu ke Polda Sumut, Senin (27/9/). Pengaduan Masyarakat (Dumas) itu dibuat karena proses penyelidikan kasus pencurian uang Rp 300 juta yang dialaminya tak kunjung tuntas hingga hari ini. Hal itu disampaikannya kepada sejumlah wartawan, di salah satu rumah makan di Aekkanopan, Selasa (28/9).

"Sudah dua bulan berjalan laporan saya, sampai hari ini Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) nya belum disampaikan kepada saya. Namun, setelah saya membuat laporan ke Poldasu, tadi malam ada dua orang perwakilan Polsek Kualuh Hulu datang ke rumah saya memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP), saya terima dan tandatangani pada tanggal hari penerimaan," ujar Tommy Siahaan.

Dikatakan, laporan Dumas Polsek Kualuh Hulu itu juga ditembuskan ke Itwasda Polda Sumut, Kabid Propam, Direktur Reskrimum, Kabid Humas dan Kapolres Labuhanbatu.

Disebutkan, peristiwa pencurian uang Rp 300 juta itu terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Aekkanopan, Kelurahan Aek Kanopan Timur, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) tepatnya di depan rumah makan Tobasa Aekkanopan, Senin (26/7) sekira pukul 11.00 WIB. “Awalnya, saya menaiki mobil Fortuner hitam berangkat mengambil uang di BRI cabang Aekkanopan Rp 300 juta. Setelah itu saya mampir ke rumah makan Tobasa Aekkanopan. Sekira 7 menit, kemudian saya selesai makan dan balik ke mobil untuk tujuan pulang, melihat pintu kanan depan mobil sudah rusak. Diduga dicongkel dengan sebuah benda. Kemudian uang yang disimpan di mobil tidak ada lagi," katanya.

Dijelaskan, peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kualuh Hulu dengan Nomor STPLP/321/VII/2021/SPJT Sek Kualuh Hulu/Res Labuhanbatu/Poldasu tertanggal 26 Juli 2021.

"Besar harapan saya pihak Polda Sumut dapat mengungkap peristiwa pencurian uang yang saya alami. Apalagi, polisi sudah melakukan olah TKP dan melihat CCTV," tukasnya.

Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Sahrial Sirait melalui Kanit Reskrim, Ipda Eko Sanjaya dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu.

"Semua saksi dan CCTV sudah kita periksa serta dimintai keterangan dan dilidik. Itu, hak korban membuat pengaduan laporan ke Dumas Poldasu atas kasus pencurian uang tersebut yang belum terungkap. Masalah (SP2HP) memang terlambat kami serahkan kepada korban," katanya. (E8/f)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com