Dua PPK Disdik Sumut Beda Pandangan Soal Proyek Jamban dan Lab SMA di Nias Rp 140 M


107 view
Dua PPK Disdik Sumut Beda Pandangan Soal Proyek Jamban dan Lab SMA di Nias Rp 140 M
Foto: SIB/Normalius
PEMBANGUNAN: Salah satu pembangunan laboratorium dan jamban yang diabadikan baru baru ini di SMAN 1 Gunungsitoli Utara disebut sebut tanpa pengawasan maksimal.
Nias (SIB)
Terkait pengawasan proyek pembangunan laboratorium dan jamban bernilai Rp 140 miliar yang tersebar di SMA/SMK di lima kabupaten dan kota se-Kepulauan Nias, dua orang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Pendidikan Sumut berbeda pandangan.

PPK Saut Limbong, yang menangani sebagian paket pembangunan mengatakan pengawasan terhadap seluruh kegiatan pembangunan laboratorium dan jamban tidak maksimal, sebab, ia sebagai PPK tidak memiliki kewenangan menghunjuk pengawas pembangunan. Penghunjukan pengawas dilakukan PPK lainnya, Syahbani Nasution.

Limbong pun mengaku kesulitan memantau tiap sekolah yang ditanganinya, sehingga dikhawatirkan pekerjaan tidak sesuai aturan.

Seperti diketahui, pada proyek yang bersumber dana DAK pusat TA 2021, awalnya Saut Limbong dihunjuk PPK, namun karena adanya tender ulang terhadap 30 paket, PPK ditambah dan dihunjuk Syahbani Nasution.

Terkait lemahnya pengawasan sesuai pengakuan PPK Limbong, PPK Syahbani Nasution ketika dihubungi SIB, Selasa (2/11) menjelaskan, berdasarkan aturan, pengawasan dapat dilaksanakan secara sendiri-sendiri atau bersama-sama oleh pejabat penandatangan kontrak, pihak ketiga yang independen, penyedia dan pengguna akhir.

"PPK telah melakukan pengawasan untuk setiap pekerjaan. Penyedia (rekanan) juga melakukan pengawasan melalui pelaksana lapangan yang dimiliki perusahaan penyedia," katanya seraya menambahkan, pengawasan sudah dilakukan berjenjang. Sementara soal progres pekerjaan, Syahbani tidak memberi jawaban.

Terkait pengakuan PPK Saut Limbong, PPK Syahbani berkilah tidak ada pengawasan lemah.

"Tapi kalau PPK mengatakan lemah pengawasannya, berarti yang bersangkutan tidak menjalankan fungsinya. Bukan karena PPK ada dua," jelasnya. (A19/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com