Jual Obat Pandemi Covid-19 di Atas HET

Dua Pegawai dan Pemilik Apotek Diamankan Polresta Deliserdang


134 view
Dua Pegawai dan Pemilik Apotek Diamankan Polresta Deliserdang
(Foto: Dok/Polresta Deliserdang)
CEK HARGA: Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol Muhammad Firdaus SIK MH (2 dari kiri), mengecek harga jual obat dimasa pandemi Covid-19, Kamis (15/7) pagi, di Apotek Global Pantailabu. 
Lubukpakam (SIB)
Diduga menjual obat pandemi Covid-19 di atas HET (Harga Eceran Tertinggi) sesuai Keputusan Menkes RI, unit Tipiter (Tindak Pidana Tertentu) Sat Reskrim Polresta Deliserdang mengamankan 2 orang pegawai dan pemilik apotek, Kamis (15/7) siang, dari Apotek Global di Jalan Perintis Kemerdekaan Pantailabu Kabupaten Deliserdang.

Dua di antara ketiganya adalah pegawai apotek berinsial RBT (20) warga Tanjung Salusuk Kecamatan Pagagan Hilir Kabupaten Dairi, dan LN (20) warga Tomuan Kota Pematangsiantar, serta pemilik apotek berinisial SN (38) warga Jalan Pancing I Lingkungan VII Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan.

Informasi diperoleh, personel yang menyaru sebagai pembeli, membeli 2 papan obat Azithromycin Dihydrate 500 Mg (tablet) seharga Rp 160.000, Rabu (14/7) sore, di apotek tersebut. Pembelian itu menerangkan bahwa harga jual obat itu adalah Rp 8.000 per tablet atau Rp 80.000 per papan.

Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Yemi Mandagi SIK ketika dikonfirmasi SIB melalui Kasat Reskrim Kompol Muhammad Firdaus SIK MH, mengatakan dengan harga jual obat, kedua pegawai langsung diamankan dan dibawa ke Sat Reskrim Polresta Deliserdang, untuk dimintai keterangannya.

Keterangan kedua pegawai, harga jual obat adalah harga yang sudah ditetapkan pemilik apotek untuk dijual kepada pembeli sesuai dengan kode harga (80/PPN) yang dituliskan oleh pemilik di kotak obat tersebut. Selanjutnya personel langsung mengamankan pemilik apotek berinisial SN dari Martubung Kecamatan Medan Labuhan.

Azithromycin Dihydrate 500 Mg (tablet) adalah salah satu jenis obat dari 11 jenis obat di masa pandemi Covid-19, yang HET-nya ditetapkan pemerintah sesuai keputusan Menkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Sementara sesuai dengan keputusan Menkes RI, harga tertinggi obat itu adalah Rp 1.700 per tablet atau Rp 17.000 per papan. Diduga untuk mengambil keuntungan besar, obat tersebut dijual seharga Rp 8.000 per tablet atau Rp 80.000 per papan.

Kini ketiganya masih menjalani pemeriksaan di unit Tipiter Sat Reskrim Polresta Deliserdang, dipersangkakan melanggar UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, kata Kasat Reskrim. (C1/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com