Dukung PTM Digelar, Fitriani Manurung Mengusulkan Bentuk Kelompok Kerja di Tingkat Kelurahan


168 view
Dukung PTM Digelar, Fitriani Manurung Mengusulkan Bentuk Kelompok Kerja di Tingkat Kelurahan
Foto Istimewa
Fitriani Manurung.
Medan (SIB)
Praktisi Pendidikan Medan Dr Hj Fitriani Manurung MPd mendukung Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dapat digelar pada sejumlah sekolah yang ada di Medan mulai Juli 2021 mendatang.

"PTM terbatas diperlukan untuk mengurangi resiko penurunan kemampuan belajar (learning loss) yang dialami siswa akibat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun," kata Fitriani Manurung, seperti dilaporkan Leo Bukit, jurnalis harianSIB.com, Selasa (22/6).

Ia mengatakan dalam upaya melakukan PTM terbatas ini, ada dua hal penting yang harus benar-benar dipastikan terlaksana. Pertama, pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat dan disiplin untuk memastikan PTM aman dan sehat bagi warga sekolah (Kepsek, pengawas, guru, siswa dan tenaga kependidikan).

Untuk memastikan aspek Prokes ini, maka aturan atau mekanisme PTM terbatas perlu dibuat sedetail mungkin. Mekanisme ini harus bisa mengatur tata cara anak berangkat dari rumah, berada di sekolah, dan pulang kembali ke rumah dengan aman. Semakin detail, semakin baik PTM terbatas berlangsung.

Ia juga mengapreasiasi Bobby Nasution yang turun langsung memantau simulasi PTM terbatas. Ia mengatakan pengawasan yang ketat merupakan kunci keberhasilan pembukaan sekolah. Agar pengawasan bisa terus menerus berlangsung, Fitriani mengusulkan dibentuknya kelompok kerja di tingkat kelurahan.

Kelompok kerja ini terdiri perwakilan musyawarah kepala sekolah (K3S), Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), LSM Anak, pemerhati pendidikan, TNI/Polri, Puskesmas, Dinas Perhubungan, Satpol PP, lurah dan OPD terkait.

Kelompok kerja yang nantinya akan mengawasi pelaksanaan PTM di setiap sekolah. Semakin banyak pihak yang terlibat, maka semakin disiplin aturan PTM akan dilaksanakan. "Kenapa kelurahan? karena kelurahanlah yang paling dekat bersentuhan dengan sekolah," terangnya.

Kedua, faktor pembelajaran. Ia menekankan bahwa esensi dilakukannya PTM terbatas adalah mencegah terjadinya learning loss. Untuk itu upaya pemulihan kemampuan belajar, harus menjadi fokus pembelajaran ketika sekolah dibuka kembali.

Karena itu, PTM terbatas juga harus juga didesain untuk memitigasi kehilangan kompetensi yang dialami siswa. Mitigasi ini dilakukan dengan melakukan asesmen diagnosis secara kognitif dan non kognitif. Hasil asesmen ini akan membantu siswa untuk mengejar ketertinggalannya dalam belajar dari rumah.

Kedua faktor di atas tadi harus berjalan bersamaan. Di sinilah peran masyarakat menjadi penting, karena urusan pembukaan sekolah ini merupakan tanggung jawab kita semua.

Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution mengaku optimis pelaksanaan sistem pembelajaran tatap muka (PTM) dapat digelar pada sejumlah sekolah yang ada di Medan mulai Juli 2021 mendatang. Hal itu dikatakan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution saat meninjau simulasi PTM di SMP Negeri 1 Medan, Jalan Bunga Asoka, Senin (21/6). (SS6/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com