Pangkas Waktu Tempuh Sibuhuan-Madina 5 Jam

Edy Rahmayadi Targetkan Jalan Trans Palas-Madina Rampung Tahun 2022


104 view
Edy Rahmayadi Targetkan Jalan Trans Palas-Madina Rampung Tahun 2022
(Foto: Dok/Diskominfo Sumut)
JALAN TRANS PALAS - MADINA: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi didampingi Wakil Bupati Padanglawas Ahmad Zarnawi Pasaribu meninjau pembangunan Jalan Trans Padanglawas-Madina, di Desa Hapung, Kabupaten Padanglawas, Selasa (15/6).
Padanglawas (SIB)
Akses jalan masih menjadi masalah di Kabupaten Padanglawas. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menargetkan masalah itu bisa teratasi di tahun 2022 melalui pembangunan jalur trans Padanglawas-Mandailingnatal.

Ibu kota Kabupaten Padanglawas (Palas), Sibuhuan, berjarak sekitar 60 Km dengan Penyabungan, Kabupaten Mandailingnatal (Madina). Namun, saat ini belum ada akses jalan yang memadai sehingga masyarakat Palas harus melalui lintas Timur Sumut dengan jarak tempuh sekitar 6 jam (210 Km) bila ingin ke Penyabungan. Dengan dibukanya jalur trans Palas-Madina jarak tempuh Sibuhuan-Penyabungan kurang lebih menjadi 1 jam 30 menit.

"Kalau jalur ini sudah bagus dari Sibuhuan ke Penyabungan kurang lebih satu setengah jam, kalau sekarang harus memutar Padangsidimpuan dengan waktu kurang lebih 6 jam," kata Edy Rahmayadi didampingi Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis, usai meninjau jalur alternatif Sibuhuan-Penyabungan di Desa Hapung, Padanglawas, Selasa (15/6).

"Kita targetkan selesai tahun 2022, jalur ini penting bagi masyarakat Sibuhuan dan Penyabungan, terutama Desa Hapung," kata Edy Rahmyadi, usai menuruni jalan alternatif yang cukup curam dan berbatu bersama wakil Bupati Palas Ahmad Zarnawi Pasaribu.

Berdasarkan keterangan Kepala UPT Jalan dan Jembatan Gunung Tua Dinas Binamarga dan Bina Konstruksi Pemprov Sumut, Marlindo Harahap jalur itu akan melalui Desa Hapung, Sopo Jaring, Aek Namate dan Oabuar (28,6 Km) untuk area Kabupaten Palas. Sedangkan untuk daerah Madina antara lain Aek Nabara, Batu Layap, Aek Gorsing dan Pagur (38,87 Km).

Kondisi jalur ini 60 persen masih tanah dan sisanya jalan pengerasan, jalan beraspal hanya sampai Desa Hapung bila dari Sibuhuan. Jalur itu belum bisa dilalui kendaraan roda 4 karena masih terdapat bukit yang cukup tinggi.

"Yang pertama tentu kita kurangi kecuramannya agar bisa dilalui kendaraan, kemudian kita perbanyak pengerasan jalan. Sesuai kata Pak Gubernur, paling tidak jalan bisa di jalani roda 4," kata Marlindo di tepi Sungai Wisata Batu Masorpi yang jernih.

Saat ini, menurut Pangaribuan Hutasuhut, warga setempat, masyarakat lebih memilih ke Kecamatan Rao, Sumatera Barat (Sumbar) untuk jual-beli karena aksesnya sedikit lebih baik ketimbang ke Pagur. Karena itu masyarakat setempat sangat mendambakan jalur trans Palas-Madina itu.

"Kalau ke Pagur jarang, lebih banyak yang ke Rao karena jalannya lebih bisa dijalani. Memang sama-sama tidak bisa roda 4, tapi ke Rao sedikit lebih baik, kalau ke Pagur tebingnya masih curam kali. Kami mohon sama Pak Gubernur biar jalan ini cepat selesai," kata pria 52 tahun, yang sehari-harinya bekerja sebagai pendodos kelapa sawit tersebut. (rel/A13/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com