Edy Rahmayadi Tinjau Kilang Padi Modern BUMD di Sergai

* Upaya Pemprov Sejahterakan Petani

220 view
Edy Rahmayadi Tinjau Kilang Padi Modern BUMD di Sergai
(Foto: Dok/Diskominfo Sumut)
MENINJAU : Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meninjau kilang padi modern di Dusun I, Desa Kotagaluh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Sergai, Rbu (31/8). Turut hadir Bupati Sergai Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Tambunan, serta sejumlah pejabat. 

Sergai (SIB)

Modernisasi sistem penggilingan padi menggunakan mesin canggih menjadi satu jawaban untuk mempercepat produksi pertanian dan menyejahterakan petani. Untuk itu Pemprov Sumut akan mendorong perluasan cakupan di berbagai daerah.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat meninjau kilang padi di Dusun I, Desa Kotagaluh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Rabu (31/8).

Turut hadir Bupati Sergai Darma Wijaya dan Wakil Bupati Adlin Tambunan serta sejumlah pejabat.

Diketahui kilang padi yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Dhirga Surya tersebut merupakan bagian dari program pembinaan petani padi bermartabat dalam rangka pengadaan beras untuk Sumut Bermartabat.

Kilang padi yang menerapkan Sistem Resi Gudang (SRG) tersebut dilengkapi fasilitas Rice Milling Unit (RMU) dengan kapasitas input Gabah Kering Giling (GKG) 5 - 7 ton/jam dan output beras 3 ton/jam.

Juga ada driyer berkapasitas 30 ton Gabah Kering Panen (GKP) dan Silo 2 x 30 ton GKG. Sehingga ditargetkan dapat menyerap 1.000 ton GKP/bulan.

Pada kunjungan tersebut Gubernur melihat bagaimana proses produksi mulai dari pengering gabah, pengupasan kulit padi hingga pengemasan yang menggunakan mesin modern.

Ia juga diberi penjelasan tentang bagaimana alat tersebut mempersingkat waktu sehingga tidak memerlukan waktu penjemuran padi hingga kering.

“Di negara lain itu orang sudah seperti ini tidak menjemur bikin lahan semen dijemur, keringkan lewat matahari. Berapa lama waktu prosesnya. Inilah yang akan dikelola,” ujar Gubernur usai meninjau proses produksi.

Namun kata Gubernur proses produksi tersebut masih skala kecil jika dibandingkan dengan jumlah produksi padi dari petani di Kabupaten Sergai dengan luas areal persawahan sekitar 31 ribu hektare.

Tetapi mesin tersebut memiliki keunggulan dengan hanya memerlukan waktu satu jam sejak gabah mulai diproses sampai menjadi beras dan dikemas dalam karung.

“Jadi tadi saya katakan kalau memang benar ini bisa menyejahterakan rakyat kenapa tidak. Memang kehadiran kami, DPRD, Bupati ini kan untuk itu. Makanya saya datang ke sini. Karena banyak yang sudah ngomong sana sini tetapi saya lihat ini ada wujudnya yang bisa kita perbuat,” sebutnya.

Sebagai tindak lanjut kata Gubernur, pihaknya akan menyiapkan kebijakan dan fasilitas agar pengelolaan proses produksi beras bisa dilakukan secara profesional. Karena menurutnya langkah tersebut menggunakan uang rakyat.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com