Puncak Peringatan HAN

Edy Rahmayadi minta Semua Pihak Lindungi Anak dari Kekerasan dan Diskriminasi


104 view
Edy Rahmayadi minta Semua Pihak Lindungi Anak dari Kekerasan dan Diskriminasi
Foto Dok: Diskominfo Sumut
HAN: Staf Ahli Gubernur Sumut Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan SDA Agus Tripriyono mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengikuti Peringatan Hari Anak Nasional tahun 2021 secara virtual dari ruang Command Center, lantai 6 Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Jumat (23/7).
Medan (SIB)
Semua pihak harus berpartisipasi dalam upaya pemenuhan hak anak serta melindungi anak dari kekerasan dan diskriminasi. Karena dengan adanya perlindungan kepada anak berarti melindungi masa depan suatu bangsa.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan SDA Agus Tripriyono usai mengikuti Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) secara virtual di Ruang Rapat Smart Province Lantai 6 Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Medan, Jumat (23/7).

Peringatan HAN sangat penting untuk memperkenalkan bagaimana memberi perlakuan kepada anak khusus di masa pandemi Covid-19 yang berdampak langsung bagi anak-anak yang saat ini memasuki proses pembelajaran.

“Anak-anak tidak bisa berinteraksi secara langsung kepada guru dan siswa lainnya, di sini peran orang tua sangat diharapkan untuk memberi perlindungan dan pemahaman dampak Covid-19 saat ini,” ujarnya.

Dijelaskan Agus, Pemprov Sumut di tengah pandemi Covid-19 saat ini fokus untuk pembenahan sektor kesehatan. Sehingga pemulihan kesehatan masyarakat akan berdampak bagi sektor lainnya terkhusus bagi dunia pendidikan di Sumut.

Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Nurlela selaku peserta peringatan HAN berharap kepada orang tua, guru dan anak didik, agar di situasi pandemi Covid-19, bila ingin melakukan tatap muka dalam proses pembelajaran harus melihat daerah tersebut berada pada zona aman atau tidak, sehingga penyebaran Covid-19 tidak terus meningkat.

“Tetap ikuti imbauan pemerintah dan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) jika ingin melakukan proses pembelajaran tatap muka,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Sumut, Badriyah mengatakan, untuk melakukan perlindungan bagi anak-anak dan perempuan, Puspa Sumut membuka sinergi seluas-luasnya kepada semua pihak. Khususnya terhadap isu perlindungan anak dan pemberdayaan perempuan. “Puspa membuka sinergi kepada semua pihak, karena anak-anak sebagai generasi penerus bangsa merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.

Puspa Sumut juga telah melakukan berbagai pendampingan terhadap anak, baik korban kekerasan seksual dan kekerasan fisik yang terjadi di masyarakat dengan melakukan advokasi. Hal itu sesuai arahan Presiden untuk menurunkan tingkat kekerasan pada perempuan dan anak, penurunan pekerja anak dan pencegahan perkawinan anak.

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo pada Puncak Peringatan HAN secara virtual menyapa langsung kepala srkolah, guru dan para siswa kelas 5 SDN Sudimara Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah yang sedang melakukan proses belajar secara daring.

Jokowi menyampaikan pentingnya sekolah meski tidak secara langsung melakukan tatap muka di sekolah. “Seharusnya bulan Juli sekolah tatap muka segera dibuka tetapi karena pandemi virus Corona mengalami kenaikan jadi rencana itu dibatalkan hingga Covid-19 menurun dan akan segera dibuka belajar tatap muka,” tutupnya. (A13/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com