Enam Anggota Koptan Tani Mandiri Diduga Dianiaya Oknum Aparat

* Danlanal Tanjungbalai – Asahan Membantah

97 view
Enam Anggota Koptan Tani Mandiri Diduga Dianiaya Oknum Aparat
Internet
BOCOR : Ketua Koptan Tani Mandiri H Wahudi, memperlihatkan kepala Darmanto dan Johan Harianja yang bocor dan badan memar karena dipukul besi/kabel sling diduga oleh oknum anggota TNI AL Tanjung Balai – Asahan dalam konferensi pers di Kisaran, Rabu (16/6).
Kisaran (SIB)
Enam orang anggota Koptan Tani Mandiri masing-masing bernama Darmanto (41), Johan Harianja (48), Eduard Aritonang (42), Effendi Simbolon (53), Sarman Sitakar (49) dan Ridwan (37) menjadi korban penganiayaan diduga dilakukan oleh beberapa oknum aparat.

Hal ini diungkapkan Ketua Koptan Tani Mandiri, H Wahyudi didampingi para korban penganiayaan dalam konferensi pers di Kisaran, Rabu (16/6). “Kejadian terjadi di Blok XII areal Tani Mandiri Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Dusun XIV Desa Perbangunan Kecamatan Seikepayang Induk Kabupaten Asahan, Selasa (15/6),” ujar Wahyudi seperti dilansir dari harianSIB.com.

Dijelaskan Wahyudi, berdasarkan keterangan anggotanya peristiwa berawal dari kedatangan beberapa oknum anggota TNI AL Tanjung Balai – Asahan ke areal Koptan Tani Mandiri. Kedatangan mereka disambut anggota Koptan Tani Mandiri, sekaligus menanyakan maksud kedatangannya. Dijawab, kedatangan mereka untuk mendampingi pemanen sawit atas permintaan DPC Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Asahan.

Lanjut Wahyudi, anggotanya meminta kepada oknum aparat tersebut untuk memerlihatkan surat perintah, yang kemudian diperlihatkan melalui HP. Pada saat momen ini direkam, HP milik Darmanto dirampas dan kesemuanya ditangkap serta dibawa naik ke truk militer.

“Di dalam truk tersebut kami dianiaya secara brutal dan digari,” ungkap Darmanto.

Darmanto dan Johan Harianja mengalami kepala bocor dan luka bekas cap kabel sling, sedangkan yang lainnya mengalami memar akibat pemukulan. Mereka dibawa ke Mako TNI Angkatan Laut Tanjungbalai-Asahan dan setelah di foto diserahkan ke Polres Asahan dengan tuduhan telah mengganggu aparat.

“Anggota kita lalu dilepaskan karena tidak terbukti atau tidak bisa dijerat pasal pidana. Saya menjemput dan miris melihat kondisi anggota saya yang berdarah-darah. Ini tidak bisa dibiarkan, peristiwa tersebut akan kami laporkan ke Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut I (Lantamal I) Belawan,” tukas Wahyudi.

Kuasa hukum Koptan Tani Mandiri, Tri Purnomo Widodo SH lewat telepon seluler menyayangkan tindakan brutal oknum aparat tersebut.

Terkait ini, Danlanal Tanjungbalai – Asahan, Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory, SE ketika dikonfirmasi SIB dan rekan wartawan lainnya, Rabu (16/6) melalui pesan WA membantah tuduhan pihaknya melakukan penganiayaan.
“Tidak ada yang menganiaya, playing victim itu,” ujarnya.

Dikatakan Danlanal Tanjungbalai – Asahan itu, pihaknya bergerak ke lokasi membantu masyarakat karena adanya permohonan dari DPC Pospera Asahan. Disebutkan, kedatangan TNI AL Tanjungbalai – Asahan bersifat pengamanan kepada anggota Koperasi Tani Sejahtera dan Koperasi Jasa Sumber Tani Rakyat dari aksi premanisme yang mengatasnamakan Koperasi Tani Mandiri.

“Keenam orang yang diamankan merupakan provokator dan membawa senjata tajam di bawa ke Mako TNI AL Tanjungbalai – Asahan. Selanjutnya mereka bersama barang bukti diserahkan ke Sat Reskrim Polres Asahan,” katanya. (SS17/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com