Ephorus HKBP Minta Jemaat Jangan Percaya Nabi Palsu yang Bilang Covid-19 Tak Ada


798 view
Ephorus HKBP Minta Jemaat Jangan Percaya Nabi Palsu yang Bilang Covid-19 Tak Ada
Foto: Dok/Pdt Robinson Butarbutar
Pdt Robinson Butarbutar
Tarutung(harianSIB.com)

Pimpinan HKBP menyebutkan telah membaca dan mengikuti perkembangan pertarungan umat manusia di dunia ini terhadap Covid-19 di tingkat global, nasional, provinsi, kabupaten dan desa.

"Pada satu sisi kita mensyukuri usaha Pemerintah Indonesia melakukan vaksinasi bagi seluruh rakyat mulai dari pelayan publik hingga ke level rakyat biasa, terutama dimulai dari lansia. Kita juga menghargai keputusan sulit yang diambil pemerintah termasuk pembatasan mobilitas rakyat pada saat mudik," ujar Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar dalam siaran pers yang diterima harianSIB.com, Rabu (19/5/2021).

Tetapi pada sisi lain, Ephorus HKBP beserta pemimpin HKBP di semua aras ikut prihatin dengan munculnya berbagai varian Covid-19 yang lebih berbahaya telah tiba di Tanah Air. "Kami juga membaca terjadinya peningkatan jumlah orang yang terinfeksi termasuk di Sumatera Utara pada awal hingga pertengahan Mei, termasuk warga HKBP," tuturnya.

Menurut Ephorus, langkah pertama dilakukan adalah menopang masyarakat yang terinfeksi dengan doa dan penguatan. "Kita juga terus mendukung dan mendoakan semua usaha tenaga kesehatan dan pemerintah dalam menolong para korban dan mengatasi dampak pandemi Covid-19," jelasnya.

Selanjutnya, didasari oleh rasa kasih sayang dan dalam tanggung jawabnya sebagai gembala di gereja HKBP yang ada di seluruh negeri tercinta, Ephorus HKBP terpanggil untuk menyerukan kepada seluruh masyarakat, secara khusus warga dan pelayan HKBP di mana saja untuk tetap waspada, mengikuti program vaksinasi pemerintah, dan setia melakukan protokol kesehatan 5 M, yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan Bersih, Menjaga Jarak Fisik Sosial, Menghindari Kerumunan dan Membatasi Mobilitas, dalam menghadapi Covid-19.

"Kami meminta warga untuk tidak tergoda dalam mendengar suara-suara nabi-nabi palsu yang menyatakan virus Covid-19 itu tidak berbahaya bagi kesehatan, tidak menyebar, bahkan tidak ada. Kita hanya bisa menghadapi masa pandemi ini dengan kewaspadaan prima," katanya.

Ephorus mengajak terus berseru kepada Tuhan agar Ia menolong rakyat dan pemerintah Republik Indonesia, serta seluruh rakyat dan pemerintah dunia, untuk memenangkan pertarungan kita melawan Covid-19 dengan semangat dan kewaspadaan tinggi. "Kita juga dipanggil Tuhan untuk saling menolong, meningkatkan kepedulian dan solidaritas kita terhadap yang paling terdampak oleh virus ini," tukasnya.(*)

Penulis
: Bantors/rel
Editor
: bantors@hariansib.com
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com