Prakiraan BMKG dalam Sepekan ke Depan

Fenomena MJO, Sumut Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Anging Kencang

* Waspadai Banjir Bandang dan Tanah Longsor

166 view
Fenomena MJO, Sumut Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Anging Kencang
(ANTARA/HO)
Ilustrasi cuaca buruk. 
Medan (SIB)
Fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah Indonesia hingga seminggu ke depan (13-20 September 2021). Hal itu dikatakan Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto melalui aplikasi grup BMKG, sebagaimana dilansir dari harian SIB.com Selasa (14/9).

Ia mengatakan MJO, gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah aktif yang dilewatinya.

Fenomena MJO dan gelombang Kelvin bergerak dari arah Samudra Hindia ke arah Samudra Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus 30-40 hari pada MJO, sedangkan pada Kelvin skala harian.

Sebaliknya, fenomena gelombang Rossby bergerak dari arah Samudera Pasifik ke arah Samudra Hindia dengan melewati wilayah Indonesia. "Sama halnya seperti MJO maupun Kelvin, ketika Gelombang Rossby aktif di wilayah Indonesia maka dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia," ujarnya.

Selain itu, terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) dapat mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia. Suhu muka laut dan anomali suhu muka laut juga terpantau masih hangat di sebagian besar perairan di Indonesia, yang mendukung peningkatan suplai uap air sebagai sumber pembentukan awan-awan hujan. Kondisi tersebut juga didukung oleh masih tingginya kelembaban udara di sebagian besar wilayah di Indonesia hingga seminggu ke depan.

Berdasarkan kondisi tersebut diuraikan di atas, BMKG memprakirakan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir/angin kencang dalam periode 13-20 September 2021 terdapat di wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Kep Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kep Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Kemudian awan cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75% (OCNL/Occasional) selama tujuh hari ke depan diprediksi terjadi di sebagian Aceh, sebagian Sumatera Utara, sebagian laut Natuna, perairan barat Sumatera Barat sampai Bengkulu, sebagian Sumatera Barat, sebagian Bengkulu, pesisir barat Lampung, Sumatera Selatan, sebagian Lampung, sebagian Kepulauan Bangka Belitung, laut Jawa, Samudera hindia Selatan Jawa bagian Barat dan daerah lainnya.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode sepekan ke depan (hujan secara sporadis, lebat, dan durasi singkat, disertai petir dan angin kencang, bahkan hujan es), yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui http://www.bmkg.go.id, follow media sosial @infoBMKG, aplikasi iOS dan android "Info BMKG, call center BMKG (196). (R4/c)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com