Peringati Hari Kartini 21 April

Fitriani Manurung: Perempuan Indonesia Bukan Perempuan Kaleng-kaleng


291 view
Dr Hj Fitriani Manurung MPd (Foto Dok/Leo Bukit)
Medan (harianSIB.com)-Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, merupakan momentum bagi kaum perempuan Indonesia untuk melakukan kontemplasi terhadap nilai-nilai perjuangan kaum perempuan yang ada di Indonesia.

“Sejarah Indonesia dipenuhi oleh perempuan-perempuan hebat di masanya. Selain Kartini, kita mengenal Hj Rasuna Said, Dewi Sartika, yang merupakan contoh konkret bagi kaum perempuan Indonesia bahwa perempuan memiliki nilai dalam perjuangan," kata Wakil Ketua Bidang Pariwisata dan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif DPC PDIP Medan Dr Hj Fitriani Manurung kepada harianSIB.com, di Medan, Rabu (21/4/2021).

Bahkan masyarakat mengenal perempuan nusantara di masa lalu yang pernah memimpin imperium atau kesultanan Aceh, yaitu Sri Ratu Safiatuddin Tajul Alam, Sri Ratu Naqiatuddin Nurul Alam, Sri Ratu Zaqiatuddin Inayat Syah, Sri Ratu Zainatuddin Kamalat Syah.

“Hal itu ditambah lagi dengan munculnya panglima-panglima perang seperti Martha Cristina Tiahahu dari Maluku, Siti Mangopoh dari Sumbar, Keumala Hayati, Cut Nyak Dien, Cut Meutia dari Aceh yang mereka bukan hanya berjuang dengan pikiran melainkan dengan mengangkat senjata dan itu sejarah yang yang tak bisa ditampik sebagai sejarah emas di republik ini," terangnya.

Untuk itu, menurutnya, menempatkan perempuan hanya di ruang lingkup domestik rumah tangga akan membuat peradaban negeri ini menurun. Perempuan harus tetap berkarya untuk memastikan keberlanjutan sejarah dan peradaban negeri ini.

Mengaca pada sejarah masa lalu, maka sangat salah jika perempuan hari ini hanya dipandang sebagai obyek. Peran perempuan bisa ditingkatkan dan harus ada usaha pemahaman yang sistematis agar perempuan menyadari bahwa keberadaan perempuan di dunia bukan hanya untuk menempati posisi domestik rumah tangga melainkan membangun peradaban.

Sebagai contoh konkret hari ini, Indonesia memiliki negarawan perempuan yang sangat hebat yaitu Ketua Umum PDI Perjuangan Hj Megawati Sukarnoputri yang mampu membawa PDI Perjuangan solid dan mampu memenangi Pemilu 2 kali berturut-turut dan prestasi ini hanya bisa diraih oleh PDI Perjuangan setelah masa reformasi.

“PDI Perjuangan besar dan mampu menjadi partai berkuasa berkat tangan dingin seorang perempuan dan hal ini menjadi bukti konkret akan kuatnya kepemimpinan perempuan," katanya.

Itu sebabnya, pemerintah harus mendorong masyarakat Indonesia berfikir secara rasional dan memberi kepercayaan kepada perempuan untuk berkarya, karena memang bisa dan bukan sesuatu yang tidak mungkin. (*)

Penulis
: Leo Bukit
Editor
: Wilfred
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com