Forkopimca Silima Pungga-pungga Gelar FGD Bahas Isu Dampak Kehadiran PT DPM


123 view
(Foto: SIB/Tulus Tarihoran)
FGD: Forkopimca Silima Pungga-Pungga, Dairi gelar FGD dengan elemen masyarakat terdiri dari kepala desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda perwakilan perempuan bahas dampak kehadiran tambang PT DPM, Sabtu (8/5) di aula kantor Camat Silima Pungga-pungga, Dairi. 
Sidikalang (SIB)
Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Silima Pungga-pungga Dairi gelar focus group discussion (FGD) menjawab issu berkembang keberadaan perusahaan tambang PT Dairi Mineral Prima (PT DPM) di Kecamatan Silima Punggapungga, Sabtu (8/5) sore di aula kantor camat.

FGD turut dihadiri beberapa kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, mewakili perempuan, tokoh pemuda, tokoh agama yang berada di daerah lingkar tambang. Diskusi dipandu Camat Silima Punggapungga, Horas Pardede didampingi Kapolsek Parongil, Iptu Hotman Purba, Danramil Parongil Kapten Inf Tumbur Aritonang dan hadir sebagai narasumber General Manajer PT BSM, Achmad Zulkarnaen didampingi External Manajer PT DPM, Holi Nurrahman, Manajer CSR PT DPM, Budi Situmorang.

Pada forum tersebut, peserta diskusi saling menyampaikan aspirasi, dukungan dan persoalan yang ada di tengah masyarakat, termasuk penuntasan tentang HKBP Sikhen, mengutamakan putra daerah pada perekrutan tenaga kerja, dan pihak perusahaan diminta lebih intens untuk mensosialisasikan dampak kehadiran tambang timah hitam dan zink itu.

Mewakili perempuan, Sari Martin boru Manurung mengatakan, mendukung keberadaan perusahaan tambang, asalkan masyarakat di lingkar tambang bisa sejahtera, dan memprioritaskan putra- putri lokal bekerja di PT DPM, bila sudah membutuhkan tenaga kerja.

"Jangan hanya sosialisasi, harus ada bukti nyata dampak positif bagi warga sekitar tambang bila perusahaan benar- benar buka," katanya.

Ketua Pemegang Hak Ulayat Marga Cibro, Saidup Cibro meminta PT DPM menuntaskan persoalan- persoalan sekecil apa pun terkait tambang, dengan memperbanyak sosialisasi, bagaimana dampak kehadiran perusahaan, baik dari segi ekonomi, sosial.

Sementara itu, salah satu kepala desa Kenan Sitorus mengatakan, masyarakat daerah Kecamatan Silima Pungga-pungga mayoritas petani, pihak PT DPM perlu memberikan pelatihan- pelatihan peningkatan sumber daya manusia petani, dengan menghadirkan pakar misalnya, pakar perikanan darat, peternakan, pakar tanaman perkebunan.

"Bila hal itu dilakukan, masyarakat yang berada di Silima Pungga-pungga akan sejahtera, baik dari sektor ekonomi maupun pertanian," katanya.

Dari tokoh agama, Pdt Osman Silaen dari GPT Desa Bakkal Gaja, Pdt Rensius Sinaga dari Gereja Bethel Indonesia Kelurahan Parongil mengatakan, perlunya sosialisasi dilakukan pihak perusahaan, agar masyarakat betul memahami kehadiran tambang. Keduanya mengusulkan, sosialisasi bisa melibatkan tokoh agama, agar masyarakat memahami bagaimana PT DPM nantinya beroperasi.

Sementara itu, Achmad Zulkarnaen dan Holi Nurrahman, meminta masyarakat tidak mudah termakan issu provokasi.

Informasi banyak yang diplesetkan oknum- oknum tertentu. Kehadiran PT DPM di Dairi pemegang izin kontrak karya, karena itu diwajibkan melakukan study kelayakan melalui penelitian-penelitian kemasyarakatan dan kajian- kajian lainnya.

Kehadiran perusahaan akan berdampak bagi masyarakat, termasuk perputaran roda perekonomian. Dengan dibukanya pertambangan, sudah pasti membutuhkan tenaga kerja. PT DPM diperkirakan akan menyedot tenaga kerja sekitar 500 orang, belum lagi tenaga kerja yang dibutuhkan kontraktor.

"Seribuan lebih tenaga kerja akan diserap, dengan kahadiran PT DPM," katanya.

Terkait kekurangan pasti ada, katanya, maka perlu ada kritik sehat dan memberikan masukan kepada perusahaan, agar lebih maju ke depan.

Terkait HKBP Sikem, lanjut Holi, jauh sebelum ada informasi pemindahan TSF yang lokasinya tidak jauh dari belakang gereja, jemaat sudah sepakat untuk memindahkan gereja tertuang pada berita acara.

Sesuai berita acara itu, masyarakat sepakat gereja di pindahkan ke Dusun 7 Sopo Komil dan lahan sudah dibebaskan sekitar 3 ribu meter persegi. "Perusahaan bergerak sesuai berita acara, harusnya tinggal membangun. Bila ada perubahan harus diselesaikan dulu di tingkat jemaat maupun pengurus gereja," imbuhnya.

Perusahaan akan tetap melakukan sosialisasi, termasuk perubahan addendum andal yang diajukan perusahaan, di mana perubahan itu ada tiga poin yaitu perubahan posisi portal, lokasi gudang bahan peledak dan lokasi TSF.

Sementara itu, Camat Silima Pungga-pungga, Horas Pardede mengatakan, elemen masyarakat diundang dan pihak perusahaan, membahas persoalan- persoalan yang ada di tengah- tengah masyarakat. Sekaligus mencari solusi terbaik ke depan.

"Dari hasil FGD itu, masyarakat pada umumnya mendukung kehadiran perusahaan, namun diminta tetap menyelesaikan permasalahan yang ada, serta meningkatkan sosialisasi," katanya. (B3/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com