Fraksi Gabungan DPRD Medan Setujui RAPBD TA 2023 dengan 9 Item Catatan


159 view
Fraksi Gabungan DPRD Medan Setujui RAPBD TA 2023 dengan 9 Item Catatan
(Khairul Ikhwan Damanik/detikcom)
DPRD Kota Medan

Medan (SIB)

Fraksi Gabungan DPRD Medan (Hanura, PSI dan PPP) menyetujui dan menerima catatan, Rancangan Perda Tentang APBD Tahun Anggaran 2023 dengan catatan.


Rincian RAPBD yang disahkan, Selasa (22/11) pada rapat paripurna tersebut adalah, Pendapatan Daerah Rp 7.271.065.208.056, Belanja Daerah Rp 7.868.865.208.056 dan Pembiayaan Penerimaan Rp 597.800.000.000.


Ketua Fraksi Gabungan Hendra DS kepada wartawan, Kamis (24/11) mengatakan, ada 9 item catatan yang disampaikan fraksi ini harus menjadi perhatian Pemko Medan yaitu, kualitas infrastruktur, penanganan banjir, pelayanan RSUD DR Pirngadi Medan, jaminan kesehatan, Penguatan UMKM/ ekonomi kerakyatan, kemiskinan, ancaman resesi ekonomi global, ketahanan pangan, dan Kamtibmas.


Tentang penanganan banjir Kota Medan, kata Hendra, berdasarkan analisis dan kajian fraksi Hanura, PSI dan PPP ada beberapa yang menjadi faktor di antaranya luapan air sungai, drainase yang tak terkoneksi dengan baik dan banjir rob.

“Untuk itulah kami meminta pemerintah daerah secara serius menangani tiga hal tersebut, termasuk mengelola sampah serta menjaga lingkungan. Inilah yang menurut kami harus dilakukan Pemko Medan untuk permasalahan banjir,” ucap Hendra.


Dia juga menyampaikan, Pemerintah Pusat sudah menargetkan rasio kewira-usahaan nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) adalah mencapai 3,9 persen dan pertumbuhan wirausaha baru sebesar 4 persen pada tahun 2024.


Lanjut Hendra, Fraksi Gabungan melihat, UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia, hal itu dapat dilihat berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM, jumlah UMKM yang mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07 persen.


Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4 persen dari total investasi.


“Atas dasar itu, kami berpendapat bahwa dukungan dan kerjasama serta kolaborasi dalam membangun UMKM berbasis teknologi tepat guna perlu ditingkatkan. Semua memiliki semangat sama dalam membantu dan mengembangkan UMKM pada era digital saat ini untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan sehingga masyarakat semakin sejahtera,” tuturnya. (A8/d)





Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com