GTDI Minta Warga Pupuk Toleransi Tak Berhenti pada Keamanan tapi Tumbuh Bersama


183 view
GTDI Minta Warga Pupuk Toleransi Tak Berhenti pada Keamanan tapi Tumbuh Bersama
Foto: PGISU /Panahatan Tampubolon
TUMBUH BERSAMA: Bishop GTDI Dr Peringatan Zebua MPdK MTh diapit Sekum PGI Sumut, Pdt Dr Eben Siagian (tengah depan) dan Bendahara PGI Marnix Hutabarat, A Moses Tambunan, Kabid Bimas Kemenang Dr Arnot Napitupullu MPdK, Sekretaris LPPD DU E Tenta Manik STh MPdK, Sekjen GTDI Pdt Sairin Pardosi, Bendahara Pdt Ev Ridwan Sianipar dalam pertemuan Selasa (7/6) di Kantor Pusat GTDI Jalan Bambu Runcing. Barisan belakang Pdt James Siagian STh, Pdt Berkat Sitorus, Pdt Eben Manalu, Pdm Christ Sitorus. 

Medan (SIB)

Ketua Nasional Gereja Tuhan Di Indonesia (GTDI) Bishop Dr Peringatan Zebua MPdK MTh minta warga dari seluruh lapisan untuk memupuk toleransi. “Tetapi harus disadarkan, toleransi itu bukan berarti soal keamanan dan berhenti di situ. Namun harus tumbuh bersama hingga tak ada satu pihak pun yang merasa dirugikan,” tegas pimpinan STT Lintas Budaya Batam - Riau itu pada pertemuan dengan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Sumut dan tokoh warga Sumatera Utara yang diahdiri Kabid Bimas Kristen Kemenag Sumut Dr Arnot Napitupulu MPdK di Kantor Pusat GTDI Jalan Bambu Runcing, Selasa (7/6).


Bishop mengatakan, kondisi toleransi sering terasa berat karena ada pihak yang merasa unggul dan ada pihak lain tertinggal. “Coba jika semua pihak sama-sama tumbuh ke arah positif, maka kemungkinan besar saling mendukung dan tak ada merasa ditinggalkan,” ujarnya didampingi BPH GTDI hasil Mubes Parapat 2021 seperti Sekretaris Jenderal Pdt Sairin Pardosi STh, Bendahara Pdt Ev Ridwan Sianipar, Gembala GTDI Mustika James Siagian STh yang juga BPH GTDI Bidang Pemuda, Gembala Sukadono Pdt Berkat Sitorus, Gembala GTDI Airbersih Pdt Eben Manalu dan Plt Gembala GTDI Pusat Pdm Christ Sitorus.


Sekretaris Umum (Sekum) (PGI) Sumut, Pdt Dr Eben Siagian, menyampaikan kondisi pembinaan umat khususnya Kristen yang belum maksimal dan termarjinalkan. Satu indikasi, tidak ada dana pembinaan umat Kristen di 2022. Padahal, tahun sebelumnya ada Rp1 m iliar bahkan menignkat menjadi Rp2 miliar di tahun sebelumnya.


Ketiadaan itu, lanjutnya, terasa saat hendak melaksanakan kegiatan keagamaan, panitia harus bersusah lelah mencari dana.


“Padahal, seluruh umat beragama kan sama-sama warga negara yang harus dilayani negara,” tambahnya didampingi Bendaraha PGI Marnix Sahata Hutabarat.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com