Gubernur Edy Rahmayadi Canangkan Gerakan Sumut Membaca


266 view
Gubernur Edy Rahmayadi Canangkan Gerakan Sumut Membaca
(Foto: Dok/Diskominfo Sumut)
HARI LITERASI : Gubernur Sumut Edy Rahmayadi bersama Ketua GPMB Sumut Nawal Lubis menghadiri Pencanangan Gerakan Sumut Membaca yang diselenggarakan dalam rangka Hari Literasi Nasional 2022 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, Kamis (8/9). 

Medan (SIB)

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mencanangkan Gerakan Sumut Membaca.


Kegiatan yang diikuti ribuan pelajar, secara langsung maupun virtual dari berbagai kabupaten/kota se-Sumut itu diharapkan dapat meningkatkan semangat dan minat baca masyarakat, khususnya generasi muda.


"Ini kita lakukan untuk meningkatkan literasi masyarakat kita, minat ini harus kita tumbuhkan dahulu," kata Gubernur Edy Rahmayadi yang hadir bersama Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis pada acara pencanangan Gerakan Sumut Membaca di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Kamis (8/9).


Menariknya, pencanangan Gerakan Sumut Membaca dalam rangka peringatan Hari Literasi Nasional 2022 tersebut juga ditandai dengan kegiatan membaca buku secara serentak selama 15 menit (pukul 09.00-09.15 WIB) oleh Gubernur Edy Rahmayadi dan Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis serta ribuan peserta dari berbagai daerah di Sumut.


Suasana di Aula Tengku Rizal Nurdin pun mendadak hening. Edy Rahmayadi tampak serius membaca buku berjudul ‘Filosofi Teras’, sedangkan Nawal Lubis yang juga Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Sumut membaca buku berjudul ‘Bicara Itu Ada Seninya’. Ratusan pelajar yang hadir juga tampak serius membaca bukunya masing-masing.


Pada kesempatan itu Edy Rahmayadi juga menyampaikan motivasi kepada para pelajar untuk lebih giat lagi belajar dan membaca buku. Karena buku adalah sumber ilmu pengetahuan dan jendela dunia.


Semakin banyak buku yang dibaca semakin banyak pula ilmu yang diperoleh dan wawasan semakin luas.


Apalagi ilmu terus berkembang jadi ilmu harus terus diperbarui. "Ilmu itu sangat penting, orang yang paling miskin di dunia adalah orang yang tak berilmu," katanya.


Masa depan Bangsa Indonesia bergantung pada orang-orang yang mempunyai ilmu.


Maka untuk mempersiapkan masa depan, perlu menumbuhkan minat baca masyarakat sejak dini. Edy pun mengungkapkan tingkat literasi di Sumut masih 22 persen.


Untuk itu selain pencanangan gerakan membaca, Pemprov Sumut juga telah banyak melakukan dan membuat program peningkatan literasi tersebut.


Di antaranya menyediakan perpustakaan keliling, gerobak baca, membuat kelompok kelompok baca dan lainnya.


Edy pun memuji salah seorang siswa berprestasi Audrey Sebayang yang berhasil mendapat beasiswa ke luar negeri tepatnya Amerika Serikat. Menurut Edy banyak anak Sumut yang punya kemampuan hebat.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com