Gubernur Edy Rahmayadi Gelar Rapat dengan DPRD Palas, Bahas Kondisi Daerah Setelah Bupati TSO Sakit Mei 2021


316 view
Gubernur Edy Rahmayadi Gelar Rapat dengan DPRD Palas, Bahas Kondisi Daerah Setelah Bupati TSO Sakit Mei 2021
Foto: Dok/Diskominfo Sumut
RAPAT: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi foto bersama usai rapat bersama Ketua DPRD Kabupaten Palas Irsan Bangun Harahap beserta Anggota DPRD Kabupaten Palas di Aula Tengku Rizal Nurdin Jalan Jenderal Sudirman Medan, Selasa (19/4). 

Medan (SIB)

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menerima kunjungan jajaran DPRD Padanglawas (Palas) di Aula Tengku Riza Nurdin, Jalan Sudirman Medan, Selasa (19/4) sore. Kedatangan tersebut guna menyampaikan perihal tata kelola pemerintahan di daerah.


Menerima para wakil rakyat dari Palas Gubernur pun menggelar rapat untuk mendengarkan masukan dan aspirasi dalam hal tata kelola pemerintahan di kabupaten itu. Yang paling utama yakni kondisi kesehatan Bupati Palas Ali Sutan Harahap bergelar Tengku Sutan Oloan (TSO) yang hampir setahun jatuh sakit, belum ada keterangan dapat kembali bertugas sebagai kepala daerah.


Dalam keterangannya, Ketua DPRD Palas Amran Pikal Siregar bersama seluruh anggota dewan lainnya menyebutkan bahwa kondisi kabupaten mereka saat ini membutuhkan uluran tangan pemerintah di atasnya, terutama infrastruktur jalan, serta rasa prihatin melihat kondisi Bupati TSO yang berdampak pada keberlangsungan pemerintahan daerah yang sekarang dipimpin Plt Bupati Ahmad Zarnawi Pasaribu.


“Kami berharap ada langkah yang bisa diambil, karena sudah hampir setahun Pak, Padanglawas dipimpin Plt Bupati,” ujarnya.


Menjawab itu, gubernur pun mengaku memahami bagaimana kondisi kesehatan yang dialami TSO sejak awal hingga kini. Menurutnya sakit bukanlah satu pilihan bagi manusia. Karena itu tidak mungkin ada yang menginginkan sakit berkepanjangan.


“Saya tidak akan tutup mata dengan kondisi ini kondisi Palas dipimpin Plt Bupati. Makanya dari awal saya angkat itu Plt Bupati karena yang bersangkutan sakit. Karena kan tidak mungkin kosong,” lanjutnya.


Namun Gubernur meminta agar laporan mengenai kesehatan TSO bisa disampaikan berikut analisisnya. Apakah yang bersangkutan masih memungkinkan untuk pulih dan menjalankan tugas sebagai kepala daerah atau tidak. Sebab tanpa itu dikhawatirkan keputusan bisa dipolitisasi.


“Walaupun ini sudah berpolitik yang bersangkutan saya tidak mau nanti dipolitisasi. Jadi harus dipastikan bahwa memang beliau itu sakit dan tidak bisa memimpin pemerintahan. Bohonglah kalau alasannya gara-gara TSO sakit pemerintahan tidak jalan,” ungkapnya.


Untuk itu lanjut Edy, dirinya meminta waktu selama sepekan ke depan guna mencari solusi bagi kepemimpinan Kabupaten Padanglawas yang akan berakhir periodenya 2024 mendatang.


Sebagaimana diketahui TSO jatuh sakit sejak Mei 2021 dan berdasarkan laporan per 20 Oktober 2021 ia mengalami Post Stroke Iskemia dan membutuhkan fokus pengobatan secara medis. (A13/c)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com