Dialog Bersama Petani Saat Panen Raya di Langkat

Gubernur Edy Rahmayadi Harapkan Peningkatan Produktivitas Padi


154 view
Gubernur Edy Rahmayadi Harapkan Peningkatan Produktivitas Padi
(Foto: Dok/Diskominfo Sumut)
PANEN RAYA: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengadakan dialog dengan para petani pada Panen Raya Padi dan peringatan Hari Pangan Sedunia ke-41 Tahun 2021 di Desa Tanjung Keriahen, Kecamatan Serapit Kabupaten Langkat, Selasa (26/10).
Langkat (SIB)
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengharapkan produktivitas tanaman padi bisa lebih baik di masa mendatang dengan hasil lebih dari 7,5 ton per hektare. Hal itu disampaikannya saat bertatap muka dengan puluhan petani pada Panen Raya Padi dalam memperingati Hari Pangan Sedunia ke-41 di areal persawahan Desa Tanjungkeriahan, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, Selasa (26/10).

Hadir dalam acara itu Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementan Ali Jamil Harahap, mewakili Ditjen Tanaman Pangan Rachmat, Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin, Ketua DPRD Langkat Sri Bana, Sekda Langkat Indra Salahuddin dan Ketua Kelompok Tani. Turut mendampingi Plt Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Bahruddin Siregar, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Basarin Yunus Tanjung dan OPD setempat.

Saat panen raya yang dilakukan secara simbolis tersebut, Gubernur menyempatkan diri bersilaturahmi bersama para petani sekaligus tanya jawab terkait kondisi hasil panen, perkembangan produksi padi, hingga masukan untuk memajukan pertanian di Sumut, karena Langkat sebagai satu dari beberapa daerah penghasil padi terbesar di Sumut.

“Tentu kita harus bersyukur Allah telah memberikan tanah yang subur untuk kita kelola. Jika Singapura yang tak punya tanah (lahan pertanian) saja bisa maju, kita juga harus bisa. Sekarang kita punya yang seperti ini hasil poduksinya baru 7,5 ton per hektare. Sementara di Thailand bisa 13 ton per hektare,” ujar Gubernur membuka dialog bersama petani.

Menurutnya dengan kemampuan petani di Sumut, seharusnya produktivitas pertanian padi bisa ditambah. Apalagi katanya, pihak Kementerian Pertanian sudah mencontohkan hal itu di Provinsi Sulawesi Selatan dengan hasil mencapai 9-11 ton per hektare. Untuk itu pihaknya akan meminta para ahli untuk mengkaji dan mempersiapkan pembelajaran serta pelatihan kepada petani.

Mengawali sesi dialog, Senang Ginting Munthe dan Asal Mulia Peranginangin selaku petani dan pengurus Kelompok Tani (Poktan) di Kecamatan Serapit meminta agar Gubernur Sumut mempertimbangkan untuk menambah ketersediaan alat mesin pertanian seperti traktor, serta jaminan benih padi saat masa tanam akan tiba. Termasuk bantuan agar program tanam empat kali dalam setahun bisa dijalankan di daerah itu.

Hal itu langsung dijawab Gubernur dengan mengatakan bahwa alsintan seperti traktor roda dua atau roda empat (TR2 dan TR4) bisa ditambah. Namun untuk jumlahnya tetap harus dilihat efektivitasnya agar tidak terkesan terlalu banyak. Sebab biasanya digunakan pada saat memasuki masa tanam saja.

Sedangkan untuk program indeks pertanaman empat kali dalam setahun (IP 400) sebagaimana yang telah dicanangkan Kementan, Gubernur tetap memberikan perhatian untuk itu. Namun yang utama untuk saat ini adalah menambah produktivitas pertanian.

Sementara Kumaladewi yang juga tergabung dalam kelompok tani di Kecamatan Serapit meminta agar pemerintah bisa memfasilitasi alat pengering padi sehingga petani bisa langsung memproduksi beras dan tidak perlu membawa hasil pertanian ke luar daerah/kecamatan.

“Jadi kami bisa memproduksi beras, terus bisa dijual ke toko tani Pak,” katanya yang langsung mendapat respons baik dari Gubernur dengan meminta persiapan pengelolaan mesin secara optimal jika bantuan dimaksud diberikan.

Senada dengan itu Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian Kementan Ali Jamil Harahap menyampaikan program pembangunan dari sektor pertanian akan terus diprioritaskan pemerintah. Karena itu katanya Sumut termasuk provinsi yang surplus padi dengan dukungan iklim yang baik serta ketersediaan lahan. (rel/A13/A7/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com