Ketua DPRD SU Drs Baskami Ginting Buka Raker Dewan di Berastagi

Gubernur Ingatkan Ancaman Resesi Ekonomi 2023 akan Memicu Resesi Global


299 view
Gubernur Ingatkan Ancaman Resesi Ekonomi 2023 akan Memicu Resesi Global
(Foto: SIB/Firdaus Peranginangin)
FOTO BERSAMA: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi foto bersama dengan Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting beserta seluruh pimpinan dan anggota dewan dalam acara Raker DPRD Sumut yang digelar di Berastagi Karo, Senin (26/9). 

Medan (SIB)

DPRD Sumut memutuskan tidak ada melakukan kunjungan ke luar negeri dalam tahun politik (tahun 2023-2024), karena akan lebih mengkosentrasikan pemulihan perekonomian rakyat di kabupaten/kota di Sumut.


Hal ini ditegaskan Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting didampingi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat membuka Raker (rapat kerja) DPRD Sumut dalam penyampaian hasil pelaksanaan kerja 2022 dan penetapan rencana kerja DPRD Sumut tahun 2023, Senin (26/9) di Berastagi Kabupaten Karo.


Raker yang berlangsung, Senin (26/9) hingga Rabu (28/9) ini dihadiri Direktur Jaringan dan Pembudayaan BPIP Toto Purbiyanto SKom MTi dan Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagaan Kerjaan Sumbagut Hengky Roshidien dan seluruh anggota dewan.


"Memasuki tahun politik, kami akan kembali ke Dapil masing-masing dan mendorong Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menjalankan program ketahanan pangan, pemberian bantalan sosial kepada masyarakat dan pembangunan infrastruktur, dengan melibatkan anggota dewan," katanya.


Dalam kesempatan ini, Baskami juga mengharapkan Raker ini dapat menghasilkan rencana kerja DPRD Sumut 2023 sesuai dengan peraturan yang berlaku untuk dijadikan acuan dalam pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan, sehingga dapat berjalan lebih berkualitas, efektif dan akuntabel.


Ancaman Resesi

Sementara itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengingatkan ancaman resesi ekonomi tahun 2023.


Dalam laporan Bank Dunia dan IMF terjadi pelambatan pertumbuhan ekonomi dunia dan adanya kebijakan menaikkan suku bunga Bank Sentral di hampir seluruh dunia, sehingga akan memicu resesi global di 2023.


Ancaman resesi ekonomi di 2023, lanjutnya, juga disebabkan Bank Indonesia sudah menaikan suku bunga acuan sampai 50 basis poin untuk meredam inflasi akan berakibat pada tekanan bagi dunia usaha, karena biaya modal meningkat berakibat pada lemahnya investasi.


Selanjutnya, harga CPO menurun tajam, yakni 3.840 ringgit per ton.


Sementara Sumut mengandalkan CPO sebagai basis perekonomian. Kemudian, menurunnya kinerja ekspor Sumut karena negara tujuan ekpor seperti China dan USA mengalami perlambatan ekonomi.


Untuk itu, lanjutnya, langkah yang harus dilaksanakan Pemprov Sumut mempercepat realisasi APBD di tahun 2022 dan tahun 2023 untuk terserap ke sektor-sektor produktif.


Rancangan program tahun 2023 diutamakan kepada ketahanan pangan, memberikan bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat dan pembangunan infrastruktur jalan agar ekonomi bisa semakin efesien.


Gubernur juga memaparkan program pengendalian inflasi Sumut dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari P-ABPD 2022 dan APBD 2023.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com