Mukerda III MUI Sumut 2023 di Berastagi

Gubernur Sebut Peran UIama Membimbing Umat dan Jaga Keutuhan Negara


188 view
Gubernur Sebut Peran UIama Membimbing Umat dan Jaga Keutuhan Negara
(Foto: Dok/Diskominfo Sumut)
MUKERDA: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyalami peserta Musyawarah Kerja Daerah III Majelis Ulama Indonesia Sumut di Aula Berastagi Cottage, Jalan Gundaling Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sabtu (29/7).
Karo (SIB)
Di pembukaan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) III 2023 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyebut peran penting ulama membimbing umat dan menjaga keutuhan negara.
"Bimbingan dan tuntutan dari ulama sangatlah berarti, dalam upaya menghadirkan kebaikan bagi rakyat. Ini bukan motiv politik, tetapi menjalin silaturahmi dan memahami posisi MUI sebagai lembaga netral. Tentunya tak boleh terlibat kampanye politik," sebut Gubernur Edy Rahmayadi saat membuka Mukerda III MUI Sumut di Berastagi Cottage, Kabupaten Karo, Sabtu (29/7) malam.
Hadir pada kesempatan itu Ketua MUI Sumut Maratua Simanjuntak, Kepala Kanwil Kemenag Sumut Ahmad Qosbi Nasution serta para peserta Mukerda dan undangan. Kehadiran gubernur didampingi Kadis Kominfo Sumut Ilyas Sitorus, Kadis Kesehatan Alwi Mujahit, Kepala Biro Umum Setdaprov Dedi Harahap serta pejabat lainnya.
Sementara sebagai Gubernur, Edy Rahmayadi juga mengatakan dirinya bertanggung jawab mengayomi rakyat, dimana seorang kepala daerah juga tak luput dari kebutuhan akan nasihat ulama. Hal itu sebagai upaya mencegah terjadinya kesalahan yang berdampak besar bagi bangsa.
Mukerda III MUI Sumut mengusung tema ‘Memperkuat Akidah dan Kesadaran Politik Umat untuk Indonesia Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur’ berlangsung sejak 29-31 Juli 2023. Dihadiri para Pimpinan dan Anggota Dewan Pertimbangan, Dewan Pimpinan dan Pimpinan Komisi MUI Sumut serta utusan dari kabupaten/kota di Sumut juga Ormas Islam se-Sumut.
Ketua Umum MUI Sumut Maratua Simanjuntak menyampaikan, tema Mukerda tahun ini memiliki makna strategis, baik bagi organisasi maupun umat Islam. Apalagi pada tahun depan akan proses pergantian kepemimpinan nasional, Pileg dan kepala daerah dimana umat Islam sebagai kelompok mayoritas sudah barang tentu berkewajiban menyukseskannya, sehingga terpilih pemimpin yang perduli terhadap nasib umat.
"Sebagai mayoritas umat Islam tidak hanya sekadar menonton dan menonton, melainkan harus memiliki peran aktif di dalamnya," ujarnya.
Selain itu Maratua mengatakan bahwa hasil Ijtima Ulama tahun 2009 di Padang Panjang, Sumatera Barat menyatakan bahwa hak pilih bagi umat Islam hukumnya wajib. Dan kriteria bagi pemimpin yang dipilih memiliki kualifikasi tertentu, seperti beriman dan bertakwa, jujur, dapat dipercaya, menyampaikan aspirasi masyarakat, memiliki kecerdasan lebih dan peduli terhadap umat.
Maratua juga berpesan kepada pengurus untuk menjaga amanah dengan sebaik-baiknya, menjalankan program kegiatan dan mengikuti Mukerda III demi kepentingan umat menuju Sumut Bermartabat. (rel/A8/r)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com