Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Hadiri Kemah Pelajar Siswa SMAN 3 Medan di Taman Hutan Raya Berastagi


232 view
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Hadiri Kemah Pelajar Siswa SMAN 3 Medan di Taman Hutan Raya Berastagi
Foto: Ist/harianSIB.com
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi hadiri gelaran Camping ilmiah pelajar Medan bersama SMA Negeri 3 Medan di Tahura Berastagi.
Karo (SIB)
Dalam membangun sektor pendidikan, diperlukan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Karenanya, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mencatat tiga faktor penting dalam melahirkan generasi cerdas, yakni kebebasan, norma dan estetika.
Pesan itu disampaikan Gubernur saat menghadiri kegiatan kemah Camping Ilmiah Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Medan, di Taman Hutan Raya (Tahura) Berastagi, Kabupaten Karo, Minggu (30/7). Mengambil tema Menjadi Generasi Muda yang Cerdas Menyikapi Globalisasi, didukung oleh Overlanding Indonesia.
Di hadapan 300-an siswa dan puluhan guru serta alumni SMA Negeri 3 (Smantig) Medan, Gubernur hadir bersama Ketua TP-PKK Sumut Nawal Lubis yang juga alumni Smantig serta anak bungsunya, Gilang Prasetya. Turut mendampingi, Kepala Dinas Kominfo Sumut Ilyas Sitorus, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut Yuliani Siregar dan Kepala Biro Umum Setdaprov Dedi Harahap serta Kepala SMAN 3 Medan Mukhlis MSi.
Catatan penting kata Gubernur, dalam upaya melahirkan generasi muda cerdas, diperlukan kebebasan berekspresi seperti yang dilakukan di Tahura itu. Ia pun mencontohkan seperti di negara lain, setiap pelajar diberikan kebebasan.
"Karena ilmu itu tak maksimal tanpa kebebasan. Jangan serba takut, takut sana sini, setelah besar jadi penakut, susah," kata Gubernur.
Menurutnya, kebebasan tidak bisa digeneralisir dengan kenakalan. Sebab hal yang negatif, itu lebih kepada personal. Sedangkan apa yang diajarkan dan ditanamkan sekolah, adalah hal yang baik. Meskipun pada dasarnya, semua anak usia SMA punya imajinasi tinggi.
Gubernur menyebut generasi muda ini akan menggantikan para pemimpin bangsa puluhan tahun mendatang. Dengan memegang prinsip Sidik (benar), Amanah, Tabligh dan Fatonah, sesuai norma agama, budaya dan lainnya. Dan tantangan globalisasi sekarang, memerlukan orang-orang yang punya kecerdasan yang cukup, baik ilmu maupun akhlak.
"Kalau seperti saya sekarang di zaman mu nanti, kami tidak laku. Makanya, masa depan Sumut ini ada di pundak kalian.Teruslah belajar dan bergembira pada saatnya, berbahagia. Karena masa ini (SMA) yang paling indah, dan tak bisa kembali lagi," sebut Edy Rahmayadi.
Sementara Kepala SMA Negeri 3 Medan, Mukhlis menjelaskan bahwa kegiatan kemah Camping Ilmiah Pelajar Medan ini merupakan pembelajaran berupa latihan kepemimpinan, pembangunan karakter, mengenal sesama siswa dan memupuk rasa kekeluargaan.
"Mereka ini kan dari berbagai suku dan agama. Dan duduk di sini sebagai saudara, benderanya SMA Negeri 3 Medan. Juga penguatan nilai Pancasila. Jadi ada warna pembelajaran selain belajar di sekolah. Dan mereka disiplin, mudah diatur," jelas Mukhlis. (A3/r)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com