Pedagang Pasar MMTC Pancing Merugi Sejak PPKM Darurat

Gugus Tugas Diminta Prioritaskan Truk Pembawa Sayur dan Buah Masuk ke Medan


131 view
Gugus Tugas Diminta Prioritaskan Truk Pembawa Sayur dan Buah Masuk ke Medan
Foto Istimewa
 Roma P Simaremare
Medan (SIB)
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Indonesia sejak 12 Juli 2021, mengakibatkan pedagang pasar tradisonal MMTC Jalan Pancing Medan merugi. Pasalnya, pembeli sangat sepi, kalaupun ada pembeli hanya sedikit, tidak sampai pukul 12.00 siang, banyak pedagang yang menutup kios dagangannya.

“Biasanya di situasi normal, sayur mayur 1 truk pick up habis hari itu juga, sekarang tiga haripun belum tentu habis, sehingga banyak yang terbuang karena busuk. Pembeli sepi, karena rumah makan dan restoran dibatasi berjualan, tidak bisa makan di tempat, cuma take away (bawa pulang). Pihak restoran belanja hanya sedikit, jualan pedagang banyak tidak laku. Tidak bisa saya rinci kerugian mereka, tapi setiap hari sangat banyak sayuran yang tidak laku,” kata pengelola Pasar MMTC St Drs Roma P Simaremare kepada wartawan, Kamis (29/7).

Menurut dia, stok sayur mayur, buah, ikan segar dan daging tetap tersedia di pasar MMTC. Apa yang dibutuhkan konsumen tetap ada, tapi pembeli sangat sepi. Selain itu kata Roma, di awal pandemi Covid-19, pedagang tradisional juga sudah mengalami kerugian, karena rumah makan dilarang buka.

Tapi beberapa bulan kemudian, setelah pemerintah sudah memperbolehkan dunia usaha beroperasi, kondisi pedagang kembali normal. Tapi mereka kembali dirundung kerugian sejak penerapan PPKM Darurat. Padahal kebanyakan dari pedagang berhutang kepada rentenir untuk memodali usahanya. Kalaupun ada yang modalnya stabil, itu hanya beberapa pedagang.

Permasalahan lain yang menimpa pedagang tradisional di Pasar MMTC kata Roma adalah, naiknya sewa kios sebesar 5 persen. “Kios pedagang buah jatuh tempo bulan Juli sedangkan kios sayur mayur dan lainnya bulan Agustus. Padahal manajemen menaikkan harga sewa kios di tahun ini, mereka minta agar sewa kios agar tidak dinaikkan. Kita prihatin sebenarnya, tapi permasalahan ini akan dibicarakan dengan pihak manajemen,” terang Roma.

Di awal penerapan PPKM Darurat, truk pembawa sayur dan buah dari daerah tidak diprioritaskan Gugus Tugas masuk ke Medan. Mereka tidak boleh melewati jalur penyekatan, harus melewati jalur yang tidak disekat. Akibatnya rute yang dilalui truk makin panjang, sehingga barang terlambat sampai di pasar dan biaya bahan bakar ikut bertambah. “Jadi rugi di waktu juga rugi di ongkos,” terangnya.

Roma Simaremare yang juga mantan anggota DPRD Medan F-PDIP ini berharap kepada pemerintah agar memprioritaskan angkutan pembawa sayur dan buah ke pasar-pasar tradisional. Karena masyarakat membutuhkan banyak vitamin yang bersumber dari sayur dan buah untuk meningkatkan imunitas tubuh sehingga kebal terhadap virus Corona.

“Kami juga berharap kepada Gugus Tugas agar para pedagang semuanya divaksin. Sudah banyak memang yang divaksin tapi ada yang belum, kami sudah menyurati Gugus Tugas, semoga cepat direspon,” tuturnya. (A8/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com