HUT ke-28, Jaksa Agung RI Harapkan PJI Mampu Jadi Motor Penggerak Semangat Insan Kejaksaan


178 view
HUT ke-28, Jaksa Agung RI Harapkan PJI Mampu Jadi Motor Penggerak Semangat Insan Kejaksaan
(Foto: Baren Siagian/SIB)
Potong Tumpeng: Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin didamping wakilnya, Setia Untung Arimuladi, Jaksa Agung Muda Pembinaan Bambang Sugeng Rukmono, Jamdatun, Ferry Wibisono, dan Jaksa Agung Muda Pengawasan Amir Yanto secara seromonial memotong tumpeng perayaan hari Ulang tahun Persatuan Jaksa Indonesia ke 28 tahun yang jatuh pada 15 Juni 2021. 
Jakarta (SIB)
Di hari jadinya yang ke-28, Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanuddin berharap agar Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) juga mampu menjadi motor penggerak untuk terus menggulirkan semangat sekaligus memunculkan keinginan, ide, gagasan dalam menghadapi perkembangan dan perubahan zaman yang sangat cepat. Khususnya berkaitan dengan kewenangan yang dimiliki Kejaksaan, sehingga marwah institusi selalu terjaga dan prestasi jaksa terus meningkat.

"Jaksa Agung RI sebagai pelindung organisasi ini menyampaikan harapan besar bagi segenap anggota Persatuan Jaksa Indonesia agar terus menjaga marwah institusi Kejaksaan dalam mengemban tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing, teruslah berprestasi membuktikan diri sebagai Insan Adhyaksa yang baik, teruji, terpuji, dan mumpuni, yang mampu membuat Lembaga yang kita banggakan, Kejaksaan Republik Indonesia menjadi sebuah institusi Penegak Hukum yang berwibawa, dihargai, diperhitungkan, dihormati dan dicintai, guna meningkatkan kontribusi, andil dan peran dalam setiap upaya membangun negeri yang kita cintai," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leornad Eben Ezer Simanjuntak kepada wartawan di Jakara, Selasa (15/6).

Kapuspenkum Kejagung yang akrab dipanggil Leo menegaskan, perkembangan organisasi profesi jaksa tidak terlepas dari perkembangan kedudukan institusi kejaksaan itu sendiri. Pada masa kemerdekaan, kejaksaan dibentuk berada dalam lingkup Departemen Kehakiman, selang 15 tahun kemudian, tepatnya 22 Juli 1960, Kejaksaan menjadi departemen yang terpisah atau mandiri. Begitu juga dengan perkembangan atau wadah organisasi profesi jaksa pada saat itu bernama Persatuan Djaksa-Djaksa Seluruh Indonesia (PERSADJA) yang menjadi cikal bakal lahirnya Persatuan Jaksa Republik Indonesia (Persaja) kemudian berubah menjadi Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) pada tahun 1993.

Salah satu hal utama yang dapat diambil sebagai pelajaran adalah untuk selalu menjaga dan meningkatkan soliditas atau persatuan di antara para jaksa, dimana lembaga ini tidak hanya semata-mata wadah profesi para jaksa, namun juga sarana dalam memperjuangkan idealisme kebenaran dan keadilan. Hal ini dapat lihat dari dukungan Persatuan Djaksa-Djaksa Seluruh Indonesia saat itu terhadap upaya-upaya untuk menggeser kedudukan Jaksa Agung R Soeprapto yang terkenal gigih membangun institusi kejaksaan yang mandiri dan independen dalam melaksanakan tugas, kendatipun hanya bermodal HIR dan RIB.

Sementara itu, Ketua Umum PJI yang juga merangkap sebagai Wakil Jaksa Agung RI Setia Untung Arimuladi SH MHum menegaskan PJI telah melakukan berbagai upaya yang mengiringi rekam jejak keberhasilan institusi kejaksaan dan berkontribusi positif menjaga marwah penegakan hukum di bumi pertiwi. Sebagai sebuah organisasi profesi yang menjadi wadah berkumpulnya seluruh Jaksa sekaligus ladang untuk memupuk jiwa korsa.

"PJI sangat dibutuhkan kehadirannya tidak hanya dalam mendukung implementasi tugas sebagai penegak hukum maupun rutinitas kehidupan keseharian, namun juga menjadi tempat sumber ide, inovasi, dan terobosan Insan Adhyaksa yang bertekad memajukan institusi serta membawa manfaat bagi masyarakat," ucapnya. (H3/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com